Penjualan Sepeda Motor di Kalbar Menurun 50 Persen

YAMAHA: Yamaha Kalbar baru-baru ini meluncurkan sepeda motortrail WR150R yang mampu melibas medan berat. Secara umum, pada masa Covid-19 ini penjualan sepeda motor di Kalbar merosot 50 persen. Aristono/Pontianak Post

PONTIANAK – Penjualan sepeda motor di Kalimantan Barat mengalami penurunan yang cukup dalam selama pandemi Covid-19. Sepeda motor Yamaha misalnya, selama beberapa bulan terakhir penjualannya anjlok sekira 50 persen dibanding bulan-bulan normal. Hal ini lantaran menurunnya daya beli masyarakat. “Saat ini banyak orang menunda untuk membeli sepeda motor lantaran pendapatannya berkurang. Masyarakat memprioritaskan untuk lebih dulu memenuhi kebutuhan hidup utama. Kini Covid-19 memang telah membuat seluruh sektor ekonomi lesu,” ujar marketing Yamaha Kalbar, Rudy Chandra kepada Pontianak Post, kemarin (8/6).

Kendati demikian, penurunan penjualan Yamaha Kalbar tidak seburuk angka rata-rata nasional atau kota-kota lain, dimana penurunannya bisa mencapai 70 persen. Pasalnya Kalbar, termasuk Pontianak bukan merupakan wilayah dengan protokol PSBB. Sehingga sejumlah aktivitas bisnis masih berjalan normal, walaupun terjadi kelesuan. Selain itu, sepeda motor juga memiliki harga yang lebih terjangkau ketimbang mobil. Dimana penurunan penjualannya tak separah kendaraan roda empat.

Lanjut dia, Yamaha juga kini mulai menyasar pasar khusus dan pasar premium. “Tahun ini banyak sekali produk yang kita keluarkan, misalnya ada naked bike bergaya retro XSR155. Kemudian yang terbaru ada motor trail WR155R. Kemudian skutik premium Nmax yang diperbarui tampilannya. Pangsa pasar premium memang meningkat sekarang,” ungkap dia.

Pihaknya juga optimis pada masa new normal. Pasalnya aktivitas manufaktur sepeda motor akan kembali normal pula. Covid-19 tidak hanya menghambat pembelian, melainkan juga produksi dan distribusi. Hal tersebut lah yang menyebabkan penurunan secara nasional cukup dalam. “Kemungkinan akan membaik setelah new normal. Kita harapkan demikian,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengeluarkan promo selama pandemi Corona. Misalnya ada promo sembilan bulan tanpa bunga untuk pembelian secara kredit. Kemudian ada potongan angsuran dan tenor selama sepuluh kali. Yamaha Kalbar juga memberikan kemudahan pelayanan pada periode stay at home, dimana para pemilik motor Yamaha bisa meminta motornya diserviskan di rumah. “Jadi teknisi kami yang akan datang ke rumah pelanggan. Begitu juga konsumen bisa membeli sepeda motor dari rumah. Tinggal menghubungi Whatsapp kami,” jelas dia.

Sementar itu, Ketua Umum Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) Johannes Loman mengungkapkan terjadi penurunan penjualan motor cukup signifikan selama pandemi Covid-19.  Loman menyatakan, penjualan pada April 2020, menurun sampai 70%. AISI sempat menargetkan penjualan selama 2020 akan mencapai 6,4 juta unit atau sama dengan capaian 2019. Namun, saat mewabahnya Covid-19, maka realisasi penjualan sepeda motor bakal hanya mencapai 50 persen dari target. (ars)

error: Content is protected !!