Penjualan Sepeda Motor Honda di Kalbar Turun 5 Persen

PONTIANAK – Industri otomotif di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat tengah mengalami kelesuan. Penjualan sepeda motor merek Honda di Kalbar misalnya, menyusut sekira lima persen dibanding tahun lalu. “Berdasarkan angka per September dibanding September tahun lalu, penjualan kita turun lima persen atau rata-rata 400 unit per bulan. Rata-rata penjualan kami sekitar 7.500 unit per bulan,” ujar Marketing Area Astra Motor Kalbar, Wijaya Jonathan kepada Pontianak Post, Jumat (15/11).

Kendati demikian secara nasional, penjualan sepeda motor Honda masih bisa tumbuh. Catatan dari Astra International, secara tahunan, penjualan sepeda motor secara nasional meningkat 4% menjadi 4,9 juta unit. Penjualan sepeda motor Astra Honda meningkat 5% menjadi 3,7 juta unit, dengan pangsa pasar sedikit meningkat menjadi 75%. Angka ini didongkrak oleh banyaknya varian tipe baru Honda. Sejak September tahun lalu ini telah diluncurkan 6 model baru dan 19 model revamped.

Wijaya melanjutkan, tidak semua daerah mengalami stagnasi penjualan lantaran ekonomi yang lesu. Namun Kalbar tergolong yang sangat terpukul, lantaran masyarakat di provinsi ini sangat tergantung dari komoditas global seperti kelapa sawit, karet dan barang tambang. Dengan anjloknya harga komoditas global tersebut maka daya beli pasar otomotif di provinsi ini langsung terimbas. “Karet dan sawit ini sangat berpengaruh. Kalau harga karet turun hari ini, maka penjualan sepeda motor pasti turun. Begitu juga sebaliknya. Fenomena ini sudah bertahun-tahun,” ucapnya.

Dia memperkirakan, apabila komoditas-komoditas tersebut masih tak membaik harganya maka tahun pertumbuhan penjualan sepeda motor masih akan stagnan. Kalau pun ada peningkatan atau penurunan tidak akan terlalu berubah dengan tahun ini. Apalagi ekonomi global terus memburuk akibat perang dagang dan lainnya, yang merentet kepada ekonomi nasional.

Namun Wijaya cukup optimis untuk dua bulan ke depan. Pasalnya ada tiga momen yang bisa mendongkrak penjualan. “Desember dan Januari secara berurutan ada momen Natal, Tahun Baru dan Cap Go Meh. Secara historis, daerah-daerah yang penduduknya banyak merayakan Hari Raya tersebut akan meningkat penjualan sepeda motornya. Bahkan beberapa minggu sebelum hari perayaan, sudah terjadi peningkatan dibanding bulan sebelumnya,” tukas dia.

Namun posisi peringkat penjualan tidak mengalami perubahan. Dia mengklaim, pangsa pasar Kalbar masih dikuasai merek Honda dengan kontribusi 67,1 persen. Merek ini disusul oleh Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan merek lainnya. “Kami cukup puas walaupun penjualan mengalami penurunan, tetapi untuk market leader kita terus memimpin,” sebut dia.

Secara nasional, laba bersih dari divisi otomotif Grup memang mengalami penurunan sebesar 14% menjadi Rp6,1 triliun. Sepeda motor masih bisa tumbuh. Namun penurunan volume penjualan mobil dan meningkatnya biaya-biaya produksi serta efek dari translasi nilai tukar mata uang asing cukup memukul. Penjualan mobil Astra turun 7% menjadi 396.000 unit. Penjualan mobil secara nasional turun 12% menjadi 754.000 unit (sumber: Gaikindo). Pangsa pasar Astra meningkat dari 50% menjadi 53%. Pada periode ini telah diluncurkan 14 model baru dan 7 model revamped.

Bisnis komponen otomotif Grup, PT Astra Otoparts Tbk (AOP), yang 80% sahamnya dimiliki Perseroan, mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 24% menjadi Rp512 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari segmen pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market) dan menurunnya biaya produksi. (ars)

loading...