Pentingnya Parenting Education Dalam Menunjang Pendidikan Anak

Oleh: Yakobus SPd. MM*

DUNIA Pendidikan dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan, perubahan kurikulum, regulasi, pendekatan proses pembelajaran, dan sarana penunjang pendidikan. Semua itu dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia dalam menjawab tantangan di masa depan.

Pendidikan adalah upaya memuliakan manusia muda menjadi manusia dewasa.Keberhasilan pembangunan negara salah satu tolak ukurnya adalah keberhasilan pendidikan. Melalui pendidikan akan melahirkan generasi-generasi yang cerdas, trampil yang siap menentukan arah pembangunan bangsa ini. Hal ini bisa kita lihat mayoritas negara-negara yang sudah maju kualitas pendidikannya sangat baik, dari segi fasilitas, proses pembelajaran, kurikulum, dan output peserta didiknya.

Oleh karenanya bahwa peran serta dan keterlibatan semua pihak merupakan wujud dari orang tua serta merta ikut andil dalam proses kelangsungan pendidikan anaknya, sebelum terjadinya pandemi pihak sekolah mengadakan progres untuk mengumpulkan para orang tua murid yang sebelumnya terdapat permasalahan terhadap peserta didik.

Antusias dari orang tua murid sangat simpati untuk lebih lanjut mengadakan kegiatan perkumpulan atau pertemuan dengan pihak sekolah dengan tujuan untuk menunjang pendidikan anak. Pihak orang tua dalam perkumpulanya membentuk sebuah organisasi sejenis komite sebagai wadah yang digunakan untuk menyatukan pendapat.atau pada istilah lain kegiatan mereka/perkumpulan orang tua yang juga dikatakan dengan istilah Parenting.

Menurut Gunarsa, 1995:141).yang dikutip dari Jurnal (vol 4 nomor 1.Tahun 2016) Siti Nur Mauanah berjudul “Parenting Education Sebagai Pendidikan Keluarga (Motiv Keterlibatan Orang Tua Dalam Parenting Education) menyatakan bahwa Parenting adalah cara orang tua bertindak sebagai orangtua terhadap anak-anaknya dimana mereka melakukan serangkaian usaha aktif, karena keluarga merupakan lingkungan kehidupan yang dikenal anak untuk pertama kalinya dan untuk seterusnya anak belajar didalam kehidupan keluarga.

Ada berbagai istilah yang digunakan untuk menyebut pendidikan orangtua, seperti school parenting, parenting club dan parenting school. Minimnya sekolah yang menerapkan parenting education karena dalam penerapannya, kegiatan ini membutuhkan waktu, sarana dan prasarana yang memadai.

Bentuk parenting ada berbagai istilah yang digunakan untuk menyebut pendidikan orangtua, seperti school parenting, parenting club dan parenting school. Dan begitu pentingnya kegiatan parenting education ini diharapkan meningkatkan kesadaran orang tua sebagai pendidik yang pertama bagi anak usia dini, meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan orang tua yang memiliki anak usia dini dalam menstimulasi tumbuh kembang anak secara optimal serta meningkatkan keselarasan pendidikan anak yang dilakukan di lembaga pendidikan anak usia dini dan dilingkungan keluarga.

Sejak adanya hal tersebut, orang tua serta merta ikut andil dalam proses pembelajaran pendidkan anak. Adapun model pembelajaran yang diterapkan pada kegiatan parenting education, dapat  berupa ceramah, buku penghubung, dan home visit ( kunjungan rumah ).

Pada model ceramah, orang tua dapat berbagai pengetahuan tentang perkembangan anak, mengasuh, menjaga kesehatan, mendidik anak yang ditentukan setiap bulannyan serta diperlukan sebuah buku penghubung. Buku tersebut memiliki peran penting dalam memotret kondisi perkembangan anak secara rutin di sekolah.

Terkait model home visit, yayasan atau pihak sekolah melakukan kunjungan terjun langsung ke masyarakat untuk melihat apakah kebiasaan anak yang diajarkan di sekolah maupun orang tua telah mengikuti kegiatan parenting education bahkan mampu melaksanakan di rumah dalam konteks lingkungan keluarga.

Adapun yang menjadi tujuan dilaksanakannya home visit ini adalah  untuk mengontrol seberapa jauh kedekatan perhatian orang tua terhadap anak sehingga anak mampu menirukan orang orang yang dianggap lebih mengerti, misalnya hal yang paling kecil adalah peserta didiknya yang membuang sampah tidak pada tempatnya adalah permasalahan kecil yang patut disarankan oleh pihak sekolah terhadap peran orang tua peserta didik dalam pertemuan parenting dapat memperingatkan kembali kepada anak dan orang tuanya agar apa yang diajarkan di sekolah maupun pembahasan  ketika kegiatan parenting education bisa senada dalam pendidikan yang di selenggarakan baik pada pendidikan formal maupun pendidikan informal.

Perlu  menjadi sebuah perenungan bahwa untuk  mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan tentu tidaklah mudah, karena fakta di lapangan masih menunjukkan beberapa persoalan pendidikan yaitu: kondisi geografi Indonesia, rendahnya kesadaran pendidikan di daerah terbelakang, persebaran tenaga mengajar yang masih perlu harus menjadi perhatian bagi semua pihak agar dapat  merata.

*Kepala SMAN 1 Menjalin

error: Content is protected !!