Pentingnya Pendidikan Matematika

Rusida

Oleh: Rusida

PENDIDIKAN Matematika mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar dalam kehidupan kita. Dimana dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Lanjutan pendidikan Matematika selalu dipelajari di sekolah. Tidak hanya itu, pada kehidupan sehari-hari pun secara tidak langsung kita telah mempelajari Matematika. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu jual beli yang sering kita lakukan entah itu di pasar, toko, supermarket bahkan di mall-mall. Itu hanyalah salah satu contoh pembelajaran Matematika dalam kehidupan sehari-hari. Masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya. Mungkin sampai sekarang ada yang masih kurang mengerti apa sih Matematika itu? Seberapa pentingnya sih pembelajaran Matematika buat kita?

Matematika itu sendiri berasal dari bahasa latin Manthanein atau Mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut Wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Istilah ”Matematika” (dari Yunani: Mathematikos ialah ilmu pasti, dari kata Mathema atau Mathesis yang berarti ajaran, pengetahuan, atau ilmu pengetahuan).

Pengertian Matematika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh tim penyusun kamus Pusat Pembinaan dan Perkembangan Bahasa disebutkan bahwa Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah bilangan. Russefendi (1997 : 73-74) menyatakan “Matematika adalah ilmu deduktif, bahasa seni, ratunya ilmu, ilmu tentang struktur yang terorganisasikan dan ilmu tentang pola dan hubungannya”.

Menurut Johnson danMyklebust (1967 : 244), Matematika adalah simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspreksikan hubungan kuantitatif dan keruangan yaitu menunjukkan kemampuan strategi dalam merumuskan, menafsirkan dan menyelesaikan model Matematika dalam pemecahan masalah, sedangkan fungsi teoritisnya untuk memudahkan berpikir. Dalam hal ini menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari mengkomunikasikan gagasan dengan simbol table grafik atau diagram untuk menjelaskan keadaan atau masalah. Masih banyak sekali tokoh-tokoh yang mendefinisikan tentang definisi Matematika selain yang dijabarkan di sini akan tetapi sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat di antara para matematikawan tentang definisi Matematika.

Pada masa lalu dan mungkin sampai sekarang, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa Matematika dapat digunakan untuk memprediksi keberhasilan seseorang. Menurut mereka, jika seorang siswa berhasil mempelajari Matematika dengan baik maka ia diprediksiakan berhasil juga mempelajari mata pelajaran lain. Begitu juga sebaliknya, seorang anak yang kesulitan mempelajari Matematika akan kesulitan juga mempelajari mata pelajaran lain.

Pendidikan Matematika di Indonesia, belum pernah memberikan hal yang menggembirakan baik untuk skala nasional mau pun internasional. Indonesia masih jauh tertinggal oleh negara-negara lain walaupun di kancah Internasional secara individu siswa di Indonesia ada yang berprestasi namun hal itu bukan merupakan potret dari pendidikan di Indonesia. Para guru Matematika di Indonesia berharap agar mata pelajaran Matematika dapat lebih baik lagi. Kejadian yang sering kita temui di dunia pendidikan yaitu hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya keaktifan siswa di dalam proses belajar mengajar dan kurangnya keterampilan guru dalam memberikan materi pembelajaran.

Sekarang sudah bukan zamannya lagi pelajaran Matematika menjadi pelajaran yang menakutkan bagi siswa di sekolah. Selama ini Matematika dianggap sebagai ilmu yang abstrak dan kurang mengasyikan, hanya berisi rumus-rumus, seolah mengawang jauh dan tidak bersinggungan dengan realitas kehidupan siswa. Namun ternyata pernyataan itu salah, karena Matematika sangat dekat dengan kehidupan kita.

Matematika adalah kunci ke arah peluang-peluang. Bagi seorang siswa keberhasilan mempelajarinya akan membuka pintu karir yang cemerlang. Bagi para warga negara, Matematika akan menunjang pengambilan keputusan yang tepat. Bagi suatu negara, Matematika akan menyiapkan warganya untuk bersaing dan berkompetisi di bidang ekonomi dan teknologi.

Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama karena dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif dan aktif. Sekaligus pada saat yang sama, kita akan mengamati keberdayaan matematika (power of mathematics) dan tentunya menumbuh kembangkan kemampuan learning to learn. Tentunya kemampuan bernalar yang dipunyai anak didik melalui proses belajar matematika itu akan meningkatkan pula kesiapannya untuk menjadi lifetime learner atau pemelajar sepanjang hayat. Dengan matematika ilmu mengalami perkembangan dari kualitatif ke kuantitatif, sehingga peran matematika sangat penting dalam perkembangan berbagai ilmu pengetahuan, karena matematika merupakan ilmu deduktif.

Sekarang kita sudah tahu kan apa itu matematika dan seberapa pentingnya buat kita. Nah, harapan saya untuk dunia pendidikan di Indonesia saat ini adalah semoga pendidikan di Indonesia mampu dirasakan dan dinikmati oleh semua orang entah itu dari kalangan atas maupun kalangan bawah. Semoga Pemerintah Indonesia juga mampu menyediakan fasilitas yang baik untuk dunia pendidikan sehingga anak-anak yang tinggal di pelosok-pelosok daerah bisa merasakan fasilitas pendidikan yang setara dengan anak-anak yang tinggal di kota-kota besar karena semua orang berhak untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Selain itu semoga pendidikan matematika Indonesia dapat bersaing dengan Negara-negara luar yang telah sukses dalam berbagai olimpiade internasional.

Media Kalkulator Jari Tangan

Bukan matematika namanya jika tidak penuh dengan urusan hitung menghitung. Jika metode menghitung pertambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian selama ini perlu kertas coretan — terlebih jika lebih dari 1 digit — ada yang jauh lebih sederhana, yaitu jarimatika. Lewat jarimatika, menghitung hingga angka 9999 pun bisa dilakukan hanya dengan 10 jari.

Jarimatika pertama kali digagas oleh pasangan suami istri Dodik Mariyanto dan Septi Peni Wulandari, ketika mencari cara agar berhitung bisa jadi lebih menyenangkan. Awalnya, jarimatika yang merupakan singkatan dari “jari” dan “aritmatika” ini dicoba oleh ketiga buah hati mereka di rumah, sebelum akhirnya populer hingga kini.

Siapa yang Bisa Belajar Jarimatika?

Anak-anak dari usia 4 tahun pun bisa mulai belajar tentang jarimatika, karena dikemas dengan cara yang menyenangkan. Artinya, bukannya harus berkutat dengan buku pelajaran dan menghitung deretan angka saja, tapi jarimatika mengajak anak berhitung layaknya memecahkan teka-teki. Meski demikian, tentu usia anak turut menyesuaikan level jarimatika yang dipelajari. Jika masih berada di tahap perkenalan, anak-anak hanya diberi pemahaman fungsi jari-jari tangan kanan dan tangan kiri.Pembagian levelnya sebagai berikut:

Level 1: konsep tambah kurang sederhana

Level 2: konsep tambah kurang sederhana (2 digit)

Level 3: konsep perkalian dan pembagian

Level 4: konsep fun mathematic

Lewat jarimatika, anak bisa menghitung KaBaTaKu (kali, bagi, tambah, kurang) hingga banyak digit. Semakin terbiasa menghitung dengan cara jarimatika, akan semakin lincah pula menggunakannya.

Metode Jarimatika

Jarimatika adalah golongan dari kata “jari” dan “aritmatika” yang diartikan sebagai cara proses hitung dengan menggunakn fungsi jari sebagai alat bantu mengoperasikan operasi hitung. Dibandingkan dengan metode lain, jarimatika lebih menekankan pada penguasaan konsep terlebih dahulu kemudian cara cepatnya, sehingga anak-anak menguasai ilmu secara matang. Selain itu metode ini disampaikan secara menyenangkan sehingga anak-anak akan merasa senang dan mudah menerimanya.

Saat ini mesin hitung atau kalkulator sangat dibutuhkan, hal tersebut karena kecepatannya dalam menjumlahkan angka bahkan, ampir semua produsen ponsel membenamkan fitur alat penghitung di dalamnya. Tapi, pernahkah Anda menyadari bahwa ada hal ganjil pada kemampuan kalkulator yang ada dalam handphone Anda? Seperti hal satu ini yang tengah viral di media sosial.**

*Penulis, Guru SD Negeri 44 Pontianak Barat.

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!