Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Waspada Sesak Progresif

ilustrasi batuk

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah penyakit peradangan paru yang berkembang dalam jangka waktu panjang. Penyakit ini menghambat aliran udara dari paru-paru karena terhalang pembengkakan dan lendir atau dahak sehingga penderitanya sulit bernapas. Berbahayakah?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Dokter Nanda Aulia Putri, Sp.P., FAPSR menjelaskan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah penyakit paru yang dapat dicegah dan diobati. Penyakit ini ditandai oleh hambatan aliran yang tidak sepenuhnya reversibel, bersifat progresif dan berhubungan dengan respon inflamasi terhadap partikel atau gas yang berbahaya atau beracun.

“Contohnya, asap rokok, asap dari pabrik, asap kendaraan, asap pembakaran hutan dan lainnya,” ujarnya.

Diagnosa PPOK ditegakkan pada usia lebih atau sama dengan 40. Khususnya yang memiliki faktor risiko, seperti paparan asap rokok, debu, serta polusi udara di dalam dan diluar ruangan. Pada dasarnya PPOK merupakan hasil dari interaksi lingkungan dan gen. Nanda menyatakan anak tidak ada diagnosa PPOK.

“Sesak pada anak lebih sering disebab kan oleh asma,” tutur Nanda.

Gejala dan tanda PPOK bervariasi. Bisa sesak yang bersifat progresif dan bertambah berat dengan aktivitas, maupun batuk kronik seringkali berdahak. Orang yang selalu terpapar dengan asap dan debu berbahaya secara terus menerus akan menyebabkan inflamasi di saluran nafas dan paru sehingga pada akhirnya menyebabkan kerusakan.

Nanda menjelaskan hubungan antara rokok dan PPOK merupakan hubungan dose response. Lebih banyak batang rokok yang dihisap setiap hari dan lebih lama kebiasaan merokok tersebut, risiko penyakit yang ditimbulkan semakin besar. Pada PPOK yang paling penting adalah pencegahan terpapar asap dan berhenti merokok.

Pengobatan tIdak sesuai umur, tetapi disesuaikan dengan derajat beratnya PPOK (Derajat 1-4). Dokter di RS Mitra Medika Pontianak ini menambahkan semakin berat penyakitnya dan semakin tinggi derajat penyakitnya, akan semakin sering mengalami serangan sesak berulang dan mengancam jiwa.
Apakah benar bronkitis kronis erat kaitannya dengan penyakit PPOK? Menurut Nanda, bronkitis kronis adalah peradangan saluran bronkial secara terus-menerus yang menyebabkan batuk dan produksi lendir. Diagnosa bronkitis kronis yang disebabkan oleh paparan asap lama kelamaan akan berubah menjadi diagnosa PPOK.

“Tentunya, apabila telah diikuti dengan gejala PPOK seperti sesak dan keterbatasan aktivitas fisik,” katanya.

Nanda menambahkan PPOK sendiri mempunyai efek sisitemik yang bermakna sebagai penanda terdapatnya kondisi komorbid. Komplikasi pada PPOK merupakan bentuk perjalanan penyakit progresif dan tidak sepenuhnya reversibel seperti, gagal nafas, infeksi berulang, maupun kor pulmonale. **

Read Previous

Mercedes Pilih Bottas

Read Next

Peserta Lelang Wajib Punya NPWP Cabang

Tinggalkan Balasan

Most Popular