Penyeberangan Teluk Batang Belum Beroperasi

PENYEBRANGAN : Dermaga penyebrangan kapal feri di Pelabuhan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara sudah selesai proses pengerjaanya namun belum dapat dioperasikan.  Foto Istimewa. 

SUKADANA –  Dermaga penyeberangan kapal feri di Pelabuhan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara telah selesai proses pengerjaanya, namun baru dapat dioperasikan setelah mengetahui kelayakan dan ketahanan dari penguji teknis.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kayong Utara, Gunawan saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Rabu (3/6).

Gunawan menjelaskan,  proses pengerjaanya sudah rampung pada 11 februari 2020 lalu, namun baru dapat dioperasikan setelah adanya pernyataan dari petugas teknis yang menyatakan sudah boleh dioperasikan,  terutama mengenai usia ketahanan beton.

“Itu merupakan pekerjaan berat. Untuk betonnya yang kadang terendam air laut dan kadang kering. Tentu usia betonnya beda dengan usia beton di darat maka akan kami uji oleh tim teknis,”terang Gunawan di Sukadana.

Sebab,  lanjut dia pada waktu uji pertama belum memenuhi syarat, maka kata dia,  harus dilakukan pengujian lagi. Apabila ada hasil uji usianya mencukupi dan memenuhi syarat baru akan operasikan kembali untuk bersandarnya kapal feri dari Rasau Jaya (Kabupaten Kubu Raya) ke Teluk Batang (Kabupaten Kayong Utara).

“Pengerjaanya sudah sesuai standar. Sesuai kontrak makanya diuji. Kalau tidak salah K 300 atau K 350 sesuai dengan standar.  Bahkan jika hasil uji laboratorium sesuai maka akan kita operasikan. Karena beton itu beda,”lanjutnya.

Dalam proses pengujian nanti,  lanjut lanjut dia,  akan dilakukan secara teknis dilakukan yang lebih berkopeten.  Namun diakui dia,  ketika di lokasi terlihat seperti belum selesai, karena terdapat tumpukan material yang ada di lokasi.

Hal tersebut kata dia,  diharapkan tidak ada orang yang membawa kendaraan ke arah sana. “Karena usia beton belum memenuhi syarat lantaran belum diuji dan untuk sisa pembangunan itu milik negara sudah kita usulkan kepada Badan Keuangan Daerah (BKD) agar dapat dilakukan penilaian selanjutnya dilakukan pelelangan, “jelas Gunawan.

Untuk itu,  Gunawan menjelaskan,  sisa proses pembangunan tersebut tidak bisa dibuang sembarangan, dan akan dinilai oleh BKD, makanya masih disitu. “Seperti besi-besi, itukan ada nilainya. Hasil lelang pun akan masuk ke dalam kas daerah”lanjutnya.

Untuk anggaran dalam pembuatan dermaga kapal feri di pelabuhan Teluk Batang diperkirakan 2 Milyar lebih,  dan baru dibayar 30 persen dari nilai kontrak dan masih kurang 70 persen.

“Sisanya belum. Karena kondisinya saat ini bukannya mereka berhutang (pelaksana) justru kita (pemda)  yang berhutang, sekitar 70 persen. Karena kemarin juga sudah diusulkan dalam dokomen anggaran kelanjutan tahun 2020 ini karena kondisi covid banyak hal yang dialihkan untuk penanganan covid tersebut. Sehingga belum dapat dilakukan pembayaran, “jelasnya.

Hal Ini pun kata dia,  sudah diusulkan ke dokumen penyelenggara lanjutan. Namun waktu itu belum ada Covid jadi ajukan pada bulan desember 2019.”Ternyata untuk anggaran 2020 ini kebijakan anggaran untuk Covid semua,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk dermaga sementara milik haji Marhali yang merupakan pihak suwasta,  pemerintah tidak ada menaggung pembayaran, bahkan bagi penyedia jasa yang membayar. “Jadi yang penyedia jasa melakukan pembayaran kita tidak,” pungkasnya.  (dan)

 

loading...