Penyekatan Cegah Penyebaran Covid-19

PANTAU MUDIK: Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono memantau lalu lintas menuju arah keluar Kota Pontianak dari CCTV Pontive Center Kantor Wali Kota Pontianak. Mulai hari ini, arus mudik dari dan ke Pontianak mulai di pantau oleh tim Satgas Covid-19. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mencegah penyebaran pandemi Covid-19 melalui penyekatan dan penegakan protokol kesehatan di provinsi itu menjelang Idulfitri. Wakapolda Kalbar, Brigjen (Pol) Asep Safrudin di Pontianak, Rabu, menjelaskan, keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan. Apabila pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang.

Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7 persen atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik. “Sehingga kami akan melaksanakan Operasi Ketupat 2021 dengan sungguh-sungguh dalam mencegah masyarakat mudik Lebaran,” katanya.

Dia menambahkan, Idulfitri dirayakan mayoritas masyarakat Indonesia. Peningkatan aktivitas masyarakat akan terjadi dalam bentuk kegiatan ibadah dan kegiatan masyarakat di sentra-sentra ekonomi, destinasi pariwisata, serta kegiatan budaya seperti takbir keliling dan halalbihalal.

Hal ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan ketertiban berlalu lintas dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. “Upaya kami dalam mencegah penyebaran Covid-19 melalui penyekatan dan penegakan terhadap protokol kesehatan dan memprioritaskan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

“Laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir, secara tegas dan profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali serta oknum-oknum masyarakat yang menimbulkan dampak negatif kesehatan secara luas dan menciptakan klaster baru Covid-19,” ujarnya. (ant)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!