Penyusunan Peta Proses Bisnis

SOSIALIASI: Bupati menghadiri sosialiasi dan pendampingan penyusunan peta proses bisnis.FOTO ISTIMEWA

MEMPAWAH-Pemerintah daerah menggelar kegiatan sosialiasi dan pendampingan penyusunan peta proses bisnis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah, Selasa (12/10) di Aula Kantor Bupati Mempawah. Kegiatan yang diikuti 95 peserta itu dibuka Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH.

“Peta proses bisnis mejadi aset penting yang mengumpulkan seluruh informasi ke dalam satu kesatuan dokumen atau data base organisasi. Maka, menjadi keniscayaan melibatkan seluruh elemen organisasi dalam penyusunan peta proses bisnis untuk memastikan akurasi dan kelengkapan dari proses bisnis yang digambarkan sesuai dengan rencana strategi organisasi,” kata Erlina dalam sambutannya.

Menurut Erlina, reformasi birokrasi merupakan upaya terencana dan sistematis untuk mengubah struktur, sistem dan nilai dalam pemerintah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Efektifitas dan efisiensi birokrasi sangat terkait dengan proses bisnis yang digunakan birokrasi dalam menghasilkan output dan outcome.

“Proses bisnis yang bebelit-belit dan tumpang tindih antara satu organisasi dengan lainnya akan membuat organisasi menjadi lambat untuk bekerja. Karena itu, setiap organisasi memerlukan peta proses bisnis yang mampu menggambarkan proses bisnis yang dilakukan oleh organisasi dalam mencapai visi, misi dan tujuan organisasi itu sendiri,” pendapatnya.

Erlina mengatakan, penyusunan peta proses bisnis dimaksudkan sebagai acuan bagi setiap instansi pemerintah untuk menyusun peta proses bisnis di lingkungan instansi pemerintah guna melaksanakan visi, misi, tujuan dan startegi organsiasi.

“Agar setiap instansi pemerintah mampu melaksanakan tupoksinya secara efektif dan efisien. Dan mudah mengkomunikasikan secara internal maupun eksternal mengenai proses bisnis yang dilakukan untuk mencapai visi, misi dan tujuan,” tuturnya.

Disamping itu, sambung Erlina, penyusunan peta proses bisnis bertujuan untuk memiliki aset pengetahuan yang mengintegrasikan dan mendokumentasikan secara rinci mengenai dasar pengambilan keputusan strategi terkait pengembangan organisasi dan SDM serta penilaian kinerja.

“Manfaatnya memudahkan melihat potensi masalah yang ada di dalam pelaksanaan suatu proses  sehingga solusi penyempurnaan proses lebih tearah dan memiliki standar pelaksanaan pekerjaan sehingga memudahkan dalam mengendalikan dan mempertahankan kualitas pelaksanaan pekerjaan,” katanya.

Karenanya, Erlia berharap kegiatan sosialiasi dan pendampingan penyusunan peta proses bisnis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat memberikan pemahaman secara utuh kepada seluruh peserta terkait peta proses bisnis instansi pemerintah.

“Mulai dari mengidentifikasi ruang lingkup organisasi yang akan dipetakan berdasarkan mandar dari visi, misi dan tujuan. Maupun mengidentifikasi fungsi beradsarkan analisis dokumen pendukung dan analisis visi, misi dan tujuan serta menjabarkan menjadi beberapa proses bisnis untuk mendukung pelaksanaan fungsi dimaksud,” timpalnya.

Sementara itu, Kabag Organisasi Setda Pemerintah Kabupaten Mempawah, Kuntum Indah PN, S.Ip, M.Si dalam laporannya membeberkan, tujuan kegiatan sosialiasi dan pendampingan penyusunan peta proses bisnis dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman terkait penyusunan peta proses bisnis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah kepada seluruh perangkat daerah.

“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dimulai Selasa-Rabu (12-13/10). Pesertanya sebanyak 95 orang yang berasal dari seluruh kepala perangkat daerah, kepala bagian umum, sekretaris dan kasubbag umum. Narasumber adalah Kepala Biro Organisasi Setda Pemerintah Provinsi Kalbar, Rita Hastarita, S.Sos, M.Si,” pungkas Mantan Camat Mempawah Hilir itu.(wah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!