Peradi Gelar Pendidikan Advokat

peradi

UJIAN PROFESI ADVOKAT: Para peserta ujian profesi advokat yang dilaksanakan DPC Peradi Pontianak di Gedung Konferensi, ruang 13-14 lantai dasar Universitas Tanjungpura, kemarin (Sabtu, 31/8). Pelaksanaan UPA ini dilakukan secara serentak di 39 kota seluruh Indonesia. ISTIMEWA

UPA Sukses Diikuti 35 Peserta

PONTIANAK – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Pontianak akan kembali menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) angkatan XIII tahun 2019. Pendidikan khusus sebagai salah satu syarat untuk menjadi advokat ini, sudah dibuka pendaftarannya sejak awal Agustus 2019 kemarin.

Agus Adam Ritonga SH MH, Ketua Bidang Pendidikan sekaligus ketua panitia penyelenggara PKPA Angkatan XIII didampingi Yudith Evametha Vitranilla SH MH, Wakil Bendahara sekaligus panitia penyelenggara PKPA menyebutkan, pendidikan khusus ini kembali dibuka, karena masih banyak peminat yang ingin mendalami dan terjun di dunia advokat. “Dari beberapa informasi dan konfirmasi ke kita, masih banyak peserta ingin mengikuti PKPA yang diadakan Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia). Makanya kita kembali buka,” terangnya.

Selanjutnya Yudith menambahkan, pembukaan pendaftaran PKPA yang diselenggarakan DPC Peradi Pontianak, ini diperpanjang hingga 23 September 2019. “Namun ini sifatnya tentatif. Bisa saja diperpanjang lagi jika kuota peserta pendidikan belum terpenuhi atau peminatnya masih ada,” terangnya.

Dia melanjutkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, PKPA yang diselenggarakan DPC Peradi Pontianak ini, kebanyakan anak-anak muda yang belum lama lulus dari perkuliahan S-1 Ilmu Hukum. Namun juga tak menutup kemungkinan peserta yang sudah lama selesai kuliah dari S-1 Ilmu hukum, maupun mereka yang beralih profesi ingin menjadi advokat.

Berkaitan dengan PKPA ini, para peminat yang mau ikut pendidikan dapat langsung ke sekretariat DPC Peradi Pontianak, Jalan Sultan Abdurrahman, Gedung Pelni Lantai 2, atau menghubungi Yudith dengan kontak person: 0822-5533-7676.

Ditemui terpisah, DR (Cd) Hadi Suratman SH Msi, Ketua DPC Peradi Pontianak mengungkapkan, PKPA yang digelar Peradi bukan sekedar pendidikan hanya mengejar formal untuk persyaratan menjadi Advokat. Lebih jauh Peradi menggelar PKPA demi mencetak advokat yang benar-benar mengetahui dan memahami keadvokatan.

“Advokat itu profesi yang Officium Nobile (profesi yang mulia dan terhormat). Dan karenanya dalam menjalankan profesi selaku penegak hukum di pengadilan sejajar dengan Jaksa dan Hakim, yang dalam melaksanakan profesinya berada dibawah perlindungan hukum, undang-undang dan kode etik. Makanya kita tak main-main mendidik para calon advokat ataupun pribadi lain yang ingin mempelajari secara serius seluk beluk profesi advokat,” tambahnya.

Ujian Profesi Advokat Sukses

Sebelumnya, pada Sabtu (31/8) kemarin, Perhimpunan Advokat Indonesia menggelar Ujian Profesi Advokat serentak di 39 kota seluruh Indonesia. Ujian tersebut diikuti sebanyak 7.785 peserta. Untuk DPC Peradi Pontianak, peserta UPA diikuti sebanyak 35 peserta dengan dikawal tiga Observer (Pengamat) dari Peradi yakni Alemina Tarigan SH MH CLA (dari DPN Peradi), Dr (Cd) Hadi Suratman SH MSi dan Uspalino SH (DPC Peradi Pontianak).

Ujian yang digelar di Gedung Konferensi, ruang 13-14 lantai dasar Universitas Tanjungpura, Jalan Prof Dr H Hadari Nawawi tersebut, berjalan lancar dan sukses. UPA yang digelar itu masih tetap diserahkan ke pihak outsorcing penyelenggaraannya. Ini dilakukan untuk menjaga kualitas hasil ujian.

Ketua Panitia UPA, R. Dwiyanto Prihartono SH MH dalam sambutan tertulisnya menyampaikan, UPA ini merupakan syarat untuk menjadi advokat. Hal ini tertuang dalam pasal 3 ayat (1) huruf f Undang-undang nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat.

“Sejak lahirnya undang-undang nomor 18 tahun 2003, ujian profesi advokat ini sudah yang ke-20 diselenggarakan PERADI. Jumlah peserta yang mendaftar dan mengikuti ujian tahun ini meningkat dari jumlah peserta sebelumnya sebanyak 6.100 peserta. Ini membuktikan besarnya kepercayaan yang diberikan kepada PERADI sebagai penyelenggara yang profesional dan kredibel, guna melahirkan advokat-advokat yang berkualitas dan terhormat,” terangnya. (/r)

Read Previous

Generasi Muda Sehat Cerdas

Read Next

Bupati Landak Resmikan Jembatan Gantung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *