Perayaan Cak Go Meh dan Pesta Kembang Api Ditiadakan

Edi Kamtono

PONTIANAK-Pagebluk Covid-19 masih belum beranjak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengambil langkah untuk meniadakan perayaan Cap Go Meh di tahun ini. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat koordinator penanganan tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak yang dilakukan belum lama ini.

“Untuk mengindari kerumunan massa, tahun ini perayaan Cap Go Meh kami tiadakan. Termasuk perayaan malam Imlek dan pesta kembang api tidak diperkenankan,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Minggu (31/1).

Ditiadakannya perayaan Cap Go Meh dikarenakan Pemkot Pontianak saat ini masih berjuang menghadapi covid-19. Menurutnya, salah satu yang memicu meningkatnya kasus covid, adalah mengadakan kegiatan kerumunan yang melibatkan orang banyak.

Meski perayaan Cap Go Meh ditiadakan, untuk ibadah di klenteng tetap dipersilahkan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ia mengimbau warga yang merayakan Imlek untuk merayakannya secara sederhana serta tidak melakukan kegiatan yang bisa menyebabkan munculnya kluster-kluster baru penyebaran Covid-19.

Acara-acara atau kegiatan yang mengumpulkan orang banyak memang tidak diperkenankan di tengah kondisi pandemi Covid-19. “Tahun ini merupakan tahun kesabaran dan penuh keprihatinan bagi kita semua, dimana pandemi Covid-19 masih terjadi,” tuturnya.

Terpisah, Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Leo Joko Triwibowo menyatakan, di Hari Raya Imlek tahun ini tidak dilaksanakan perayaan, termasuk Cap Go Meh. Pihaknya fokus melakukan pengamanan di rumah-rumah ibadah pada Hari Raya Imlek. “Karena apabila ada perayaan di masa pandemi ini, sangat riskan terjadinya penambahan jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19,” ungkapnya usai rapat koordinasi lintas sektoral operasi kewilayahan Liong Kapuas 2021 di Aula Mapolresta Pontianak, Kamis (28/1) lalu.

Tradisi permainan barongsai dan naga yang setiap tahunnya dilaksanakan pada Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh, tahun ini juga ditiadakan. Demikian pula pesta kembang api yang biasanya dilakukan pada malam menyambut Imlek ditiadakan. Hal ini untuk mencegah terjadinya konsentrasi massa. “Kemungkinan akan dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat, kemudian kita juga akan lakukan patroli skala besar untuk mengeliminir berbagai kejadian yang tidak diinginkan,” tandasnya.(iza)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!