Percayalah, Minions Akan Cepat Bangkit

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

Drawing China Open Sangat Tricky

JAKARTA – Di tengah sambutan meriah buat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang pulang sebagai juara dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tak bisa ikut bersuka cita. Tersingkir di babak kedua Kejuaraan Dunia 2019 masih begitu membekas. Belum sembuh luka itu, mereka sudah harus bersiap menjalani tur Asia mulai pertengahan bulan depan.

China Open, turnamen berkategori super 1000, bakal digelar tiga pekan dari sekarang. Tepatnya 17-22 September, di Changzhou, Tiongkok. Drawing sudah keluar kemarin. Di babak pertama, Minions—sebutan Marcus/Kevin—langsung menghadapi lawan superberat. Yakni Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, si peraih perak Kejuaraan Dunia 2019.

Jika menang, mereka kemungkinan ditantang pasangan Korea Choi Sol-gyu/Seo Seung-jae. Lawan yang menghabisi mereka di babak kedua kejuaraan dunia lalu. Ngeri!

Sebelum mengulas China Open, tentu kita penasaran. Apa yang terjadi pada Minions di St Jakobshalle, Basel, pekan lalu. Pelatih kepala ganda putra pelatnas Herry Iman Pierngadi mengungkapkan, pihaknya memang kurang riset soal Choi/Seo. Bukan cuma badminton lovers yang kaget melihat ledakan mereka. Minions juga tersengat.

”Pasangan Korea ini underdog, kurang begitu diperhatikan,” ungkap Herry ketika ditemui setiba di Bandara Soekarno Hatta tadi malam. ”Keunggulan mereka ada di servis. Dilama-lamain banget. Minions, khususnya Gideon, agak keganggu. Tapi secara garis besar masih oke. Cuma rezekinya aja belum dapat. Kalau dari segi main ada penurunan dikit, cuma bukan rejekinya aja,” papar dia.

Herry bersyukur batu-batu sandungan semacam ini terjadi jauh sebelum Olimpiade Tokyo 2020. Sehingga dia dan timnya mampu melakukan evaluasi dan menyusun strategi yang lebih jitu. Menurut dia, Marcus/Kevin siap memperbaiki performa. Kondisi mereka tidak buruk. Kevin, kata Herry, juga tidak marah pada Marcus.

”Nggak (marah) lah. Cuma kemarin di sana memang evaluasi belum tuntas, karena waktu terbatas. Habis itu ada persiapan next game. Belum sampai detail karena Kevin sama Gideon langsung balik,” ungkap Herry. ”Mereka kaget juga. Kecewa juga. Tapi nggak terlalu berlebihan. Mereka bilang belum rezeki. Gitu aja,” tambah pria berjuluk Coach Naga Api tersebut.

Dengan kondisi mental yang tidak terlalu down itu, Herry optimistis mereka bisa cepat bangkit. ”Setelah (gagal di) All England kan juga nggak terlalu lama move on. Terbukti Indonesia Open dan Japan Open bisa berhasil. Kalau buat saya nggak terlalu masalah. Karena fighting spirit mereka bagus,” tambah Herry.

Soal hasil drawing China Open, pelatih yang kini bergabung dengan PB Djarum itu menyatakan belum mempelajari detailnya. Yang pasti, sudah antisipasi. Dia juga menyebut bahwa Choi/Seo tidak akan terlalu mengganggu lagi. Sebab sudah mendapat teguran soal servis superlama yang memperlambat permainan.

”Mereka memang jadi bahan pembicaraan, terutama soal servis,” Herry bercerita. ”Waktu ketemu Taiwan (Lee Yang/Wang Chi-lin, Red), Taiwan juga komplain. Mereka sempat dikasih kartu kuning,” imbuhnya. Karena itu, ketika bertemu Fajar Alfian/M. Rian Ardianto di perempat final, mereka tidak bisa melakukan servis lambat itu. Fajar/Rian pun menang straight game. (feb/na)

Read Previous

Diusir dari Rumah Dinas, Diturunkan Pangkat dan Dipotong Gaji

Read Next

Ai Xin: Pontianak Post Sudah Seperti Keluarga Kami

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *