Perda Pembentukan Lima Desa Disahkan

LIMA DESA: Pimpinan DPRD bersama Bupati Kubu Raya menandatangai berita acara pengesahan Perda pembentukan lima desa. Ashri Isnaini/Pontianak Post

SUNGAI RAYA — Raperda pembentukan lima desa di Kubu Raya yang diusulkan pihak eksekutif Kubu Raya disetujui seluruh fraksi DPRD Kubu Raya untuk kemudian disahkan menjadi Perda pembentukan lima desa di kabupaten ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembentukan lima desa yang diusulkan pihak eksekutif tersebut yaitu, Desa Suka Lanting, Desa Permata Jaya, Desa Rengas Kapuas, Desa Parit Keladi dan Desa Padi Jaya.

“Kami dari Fraksi PKSmenyetujui Raperda ini bisa disahkan menjadi Perda tentang pembentukan lima desa baru, dengan saran setip desa baru terbentuk menjadi desa definitif ini harus berkomitmen dan bersungguh-sungguh berupaya dalam mengoptimalkan pembangunan di tingkat desa,” kata perwakilan Fraksi PKSDPRD Kubu Raya, Muhammad Salahudin saat mengikuti Rapat pandangan akhir fraksi DPRD Kubu Raya mengenai Raperda usulan eksekutif  mengenai pembentukan lima desa baru di Kubu Raya, Rabu (8/7) di Kantor DPRD Kubu Raya.

Muhammad Salahudin berharap desa baru yang terbentuk nantinya harus berupaya maksimal dalam menyediakan akses pelayanan bagi masyarakat, termasuk berusaha menggai dan memberdayakan potensi alam yang ada di desa.

“Dengan maksimalnya upaya yang dilakukan, sehingga upaya percepatan pembanguunan dan peningkatan bagi masyarakat di tingkat desa lebih cepat terealisasi,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan juru bicara Fraksi PDI Perjuangan Kubu Raya, Yoga Irawan yang menilai pembentukan desa baru di Kubu Raya sudah layak untuk direalisasikan mengingat cukup luasnya wilayah di kabupaten ini.

“Dengan adanya pembentukan desa baru nantinya, tentu kami berharap bisa mengoptimalkan rentang kendali pemerintah termasuk kian memudakan pelayanan publik bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan setelah usulan Raperda pembentukan lima desa tersebut disetujui semua fraksi untuk disahkan menjadi Perda maka pihaknya akan segera melengkapi sejumlah persyaratan atau pendukung lainnya yang diperlukan seperti surat keterangan penduduk, surat keterangan mengenai tanah hibah dan sejenisnya yang akan digunakan unutk asset desa, koordinat desa, termasuk surat pernyataan desa induk mengenai persetujuan dibentuknya desa baru.

“Jadi prinsipnya kami akan terus mendorong realisasi terbentuknya desa baru ini,” kata Muda, seraya menambahkan  untuk batas desa lanjut Muda, sejauh ini juga sudah rampung.

Kata Muda, karena lima desa tersebut sudah akan terbentuk, maka mulai tahun depan sudah bisa mendapatkan Alokasi Dana Desa (ADD). Sedangkan untuk dana desa, lanjutnya, bisa didapatkan jika kode desanya sudah keluar.

Ketua Tim Pembentukan Desa Padi Jaya, Sudirman yang turut mengahdiri rapat pandangan akhir fraksi DPRD Kubu Raya mengenai Raperda usulan eksekutif  mengenai pembentukan lima desa baru di Kubu Raya mengaku senang dengan disahkannya Perda pembentukan lima desa tersebut.

“Walaupun Perdanya sudah disahkan, namun ini bukan final dari proses pemekaran desa  , masih ada yang kami tunggu yakni kode register dari pemerintah porvinsi dan  kode desa dari Kemendagri,” ujarnya.

Ditanya mengenai hal-hal teknis di lapangan yang berkaitan dengan profil desa, kata Sudirman sejauh ini sudah dilengkapi pihaknya. “Terakit semua syarat adminstrasi desa baru, sudah kami penuhi. Insya Allah hari ini kami finalisasi dengana pihak Pemdes Kubu Raya untuk merampungkan semua persyaratan yang dibutuhkan,” ucapnnya.

Sudirman menambahkan stu minggu setelah terbitnya PerbupMengen saat ini juga sudah terbentuk struktur pemerintahan desa padi jaya, pendataan penduduk juga sudah dilakuka, kantor desa juga sudah siap digunakan.

Disinggung mengenai luas wilayah, kata Sudirman, luas wilayah Desa Padi jaya sekitar 3.332 hektar, dengan jumlah penduduk 3.031 jiwa dan 689 Kepala Keluarga.  Untuk mata pencaharian masyarakat sendiri tambahnhya saat in sebagian besar masyarakat yakni dari sektor pertanian, perkebunan sawit, kelapa, karet, nanas, sayur-sayuran.

“Karena hingga saat ini harga karet masih rendah, jadi sebagian warga sudah banyak yang beralih untuk menanam sayur-sayuran,” ujarnya.

Melihat cukup besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki, Sudirman  yang saat juga menjabat sebagai Sekdes Padi Jaya itu mengaku optimistis jika pembentukan desa baru inibisa mendorong percepatan pembangunan di tingkat desa.

“Kami tentunya sangat berharap dengan adanya desa baru ini, akses pelayanan publik juga ina cepat dan lebih merata didapatkan masyarakat desa –dan upaya peningkatan perekonomian dan pembangunan di desa bisa lebih cepat terealisasi,” pungkasnya. (ash)

loading...