Perekonomian Kalbar Terus Membaik

PEMAPARAN : DJPb Kalbar bersama lembaga lain menggelar Rilis kinerja APBN Makroekonomi dan Moneter Triwulan III 2020, Jumat (16/10) sore. SITI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Tanda-tanda membaiknya perekonomian Kalimantan Barat (Kalbar) mulai terlihat seiring bergairahnya aktivitas ekonomi dengan berbagai upaya pemulihan yang telah dilakukan. Berbagai program dalam kebijakan pemulihan ekonomi nasional yang telah dilakukan mulai berdampak pada meningkatnya permintaan dan suplai. Pertumbuhan ekonomi Kalbar diperkirakan akan membaik pada triwulan III-2020 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Tanda-tanda itu setidaknya dapat dilihat di berbagai sektor, mulai dari  pertanian, pengolahan, perdagangan, serta sektor lainnya yang berkontribusi dalam perekonomian Kalbar.  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Muh Wahyu Yulianto menyebut, meski BPS belum merilis secara resmi pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan III-2020, namun indikasi yang menunjukkan adanya pertumbuhan positif sudah tampak. “Pada sektor perdagangan, dimana, perdagangan kendaraan bermotor mulai menggeliat meski tidak sekuat tahun 2019. Selain itu, mulai meredanya pandemi meningkatkan aktivitas pasar dan perdagangan,” ungkap dia.

Pada sektor konstruksi, lanjut dia, realisasi penggunaan semen, tiang pancang dan besi di wilayah Kalbar juga meningkat. Selain itu, penyelesaian pelabuhan kijing menggeliatkan sektor konstruksi. Pihaknya juga mencatat adanya penyerapan APBD dan APBN untuk belanja modal infrastruktur yang mengalami peningkatan.

Dari sisi penggunaan, konsumsi rumah tangga yang memberi kontribusi lebih dari setengah dari struktur ekonomi Kalbar, dilihatnya mulai membaik seiring bergairahnya perekonomian di sektor lapangan usaha, adanya bansos untuk pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, gencairan Gaji ke-13 PNS yang menambah pendapatan masyarakat, serta adanya hari raya Iduladha dan tahun ajaran baru, yang meningkatkan konsumsi bahan makanan dan biaya pendidikan dan pakaian.  “Sedangkan komponen ekspor, neraca perdagangan luar negeri Kalbar dalam bulan Juli dan Agustus, masih positif yang mana ekspor lebih tinggi dari impor,” kata dia.

Bergairahnya perekonomian Kalbar, dinilai tidak terlepas dari berbagai program stimulus dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Kepala DJPb Kalbar, Edih Mulyadi menyebut, realisasi penyaluran  dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kalbar hingga 12 Oktober 2020 mencapai Rp3,57 triliun. Dana tersebut terserap pada sejumlah kategori, mulai dari kesehatan, perlindungan sosial, sektoral dan pemda, UMKM, insentif usaha, serta pembiayaan korporasi.  “Memang tujuan dari kebijakan ini, adalah untuk meningkatkan dari sisi supply dan demand,” kata Edih.

Tak hanya penyerapan anggaran PEN, penyerapan anggaran juga dinilainya cukup bagus, meski masih ada beberapa bagian yang perlu untuk dimaksimalkan. Untuk realisasi APBN regional Kalbar, hingga 30 September 2020  telah tercapai Rp10 triliun dari total pagu 14,26 triliun atau 70,30 persen persen. Capaian tersebut dinilainya baik karena di atas target sebesar 60 persen.

Di samping itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik juga menunjukkan penyerapan yang sangat menggembirakan. Hingga saat ini, kata dia, realisasi anggaran untuk DAK fisik di Kalbar mencapai Rp1,7 triliun dari total pagu Rp1,82 triliun atau 93 persen dari pagu. “Dibanding tahun lalu pada periode yang sama hanya tercapai 46 persen. Tahun ini meningkat dua kali lipat dari tahun lalu,” tutur dia. (sti)

error: Content is protected !!