Peremajaan Sawit Rakyat Tingkatkan Produktivitas

SANGGAU – Peremajaan sawit rakyat bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit dan menjaga luasan lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal atau dengan kata lain sebagai optimalisasi kebun kelapa sawit yang telah ada.

“Di Sanggau sendiri potensi lahan sawit yang masuk dalam kriteria peremajaan sangat besar. Sudah banyak lahan–lahan berumur lebih dari 25 tahun dan banyak juga tidak memakai bibit unggul,” ungkap Koordinator PT. Surveyor Indonesia Kabupaten Sanggau, Candra Apriansyah.

Menurutnya, program sosialisasi sawit rakyat (PSR) merupakan program pemerintah yang dimaksudkan untuk membantu pekebun sawit rakyat dalam melakukan kegiatan peremejaan terhadap kebun sawit yang sudah masuk kriteria peremajaan.

“Kriteria yang masuk katagori diremejakan misalnya umur pohon sudah mencapai 25 tahun, tinggi tanaman sudah mencapai 12 meter, produktivitas rendah dibawah 10 ton perhektar pertahun, menggunakan benih yang illegitim atau tidak jelas informasi genetiknya serta jumlah tanaman kurang dari 80 batang perhektar,” jelasnya, Sabtu (17/10) siang.

Terkait dengan pengajuan peremajaan, Candra mengatakan dapat dilakukan perkelompok. Bila didasarkan pada Permentan RI Nomor 15 Tahun 2020 dan Perdirjenbun Nomor 202 Tahun 2020, maka pemberkasan pengajuan dimaksudkan tersebut dapat melalui dinas terkait maupun pihaknya di PT. Surveyor Indonesia.

“Kalau kami dari Surveyor Indonesia saat ini sudah melakukan sosialisasi disejumlah desa seperti Desa Menyabo, Binjai dan Balai Tinggi. Antusiasme masyarakat untuk mengikuti program raplanting ini terbilang tinggi,” tegasnya.

Dirinya berharap program tersebut dapat membantu masyarakat di Kabupaten Sanggau khususnya pekebun kelapa sawit. “Harapannya supaya kedepan petani kelapa sawit kita di Sanggau bisa lebih sejahtera,” ujarnya. (sgg)

error: Content is protected !!