Perempuan 53 Tahun Ditemukan Tewas di Parit

mayat

EVAKUASI: Petugas dibantu warga mengevakuasi jasad perempuan yang ditemukan mengapung di parit di Rawa Natai Belian Dusun Jati Desa Kendawangan Kiri Kecamatan Kendawangan, kemarin (17/9). IST

Hilang Sejak 5 September

KENDAWANGAN – Warga Kendawangan dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di Rawa Natai Belian Dusun Jati Desa Kendawangan Kiri Kecamatan Kendawangan pada Rabu (18/9) sore. Jasad perempuan tersebut tanpa sengaja ditemukan oleh seorang anak kecil yang hendak memancing di parit.

Jasad perempuan tersebut ditemukan mengapung di parit dengan posisi telentang. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk. Diduga perempuan tersebut sudah meninggal sejak beberapa hari yang lalu.

Salah satu warga yang ikut mengevakuasi mayat tersebut, Mashuri, mengatakan mayat tersebut berjenis kelamin perempuan memakai jaket hitam dan kerudung hijau serta masih memakai masker. Sejumlah perhiasan juga ditemukan masih melekat di tubuh jasad tersebut. Tidak jauh dari jasad tersebut ditemukan helm yang diduga milik perempuan tersebut. “Diperkirakan jasad tersebut lebih dari sepekan karena sudah tidak bisa dikenali lagi wajahnya,” katanya, kemarin (19/9).

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat, membenarkan adanya penemuan mayat di Kendawangan. Mayat perempuan tersebut ditemukan mengapung di parit di Rawa Natai Belian Dusun Jati Desa Kendawangan Kiri Kecamatan Kendawangan. “Ditemukannya Rabu (17/9) sore sekitar pukul 17.00 WIB,” kata Yury.

Saat ditemukan posisi jasad telentang sebagian badan mengapung di atas air dan kaki sebelah kiri terperosok ke dalam lumpur dengan kondisi seluruh tubuh sudah membengkak dan membusuk. Selanjutnya mayat dibawa ke Puskemas Kendawangan untuk dilakukan visum. “Di tubuh jasad tersebut ditemukan jam tangan di tangan kiri, empat buah gelang di tangan kiri dan dua cincin,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan luar terhadap mayat oleh tenaga medis Puskesmas Kendawangan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. “Untuk penyebab kematiannya masih diselidiki, karena berdasarkan visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,”ungkapnya.

Pada Kamis (19/9) dini hari sekitar pukul 00.20 WIB, pihak keluarga dari jasad tersebut datang ke Kendawangan. Erwandi (41), yang merupakan suami dari perempuan tersebut mengaku jika jasad yang ditemukan tersebut adalah istrinya. Jasad perempuan tersebut bernama Utin Haslinda (53), yang meninggalkan rumah sejak 5 September 2019 lalu. “Erwandi yakin itu istrinya berdasarkan ciri-ciri dan perhiasan yang digunakan saat meninggalkan rumah,” ujarnya.

Menurut Erwandi, sebelumnya istrinya pergi bersama kakaknya dengan menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Tumbang Titi menuju rumah kakaknya yang tertua di Desa Sungai Bakau Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS). Selanjutnya Utin Haslinda pergi sendirian ke Pesaguan, MHs, namun tidak pulang ke rumah kakaknya. Saat dihubungi handphonenya tidak terhubung.

Atas permintaan pihak keluarga, jasad Utin Haslinda langsung dibawa pulang dan menolak untuk dilakukan autopsi. “Karena pihak keluarga menolak untuk diautopsi, maka jenazah langsung dibawa pulang. Sementara terkait kematian korban masih diselidiki, apakah dibunuh atau tidak,” pungkasnya. (afi)

Read Previous

Padam Setelah Lima Hari, Pemadam Lega

Read Next

Udara Makin Buruk Semua Kegiatan Olahraga Ditunda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *