Pererat Persatuan Masyarakat dengan Karnaval

Antusias: Ratusan masyarakat Desa Teluk Kapuas mengikuti karnaval dengan memberdayakan barang bekas. Ashri/Pontianak Post

Jeli Berdayakan Barang Bekas

SUNGAI RAYA – Sejumlah ruas jalan di Desa Teluk Kapuas Minggu pagi (18/8) tampak lebih ramai dibanding biasanya. Sejak pukul 8.00 wib Ratusan masyarakat mulai dari kalangan pelajar, ibu rumah tangga hingga sejumlah komunitas yang ada di desa ini tampak memadati lapangan Volly Komplek Teluk Mulus Desa Teluk Kpauas untuk mengikuti karnaval dengan menggunakan daur ulang barang bekas berkeliling desa.

Beberapa barang bekas seperti karung plastik dan koran bekas tampak disulap peserta karnaval menjadi pakaian dan atribut kendaraan yang digunakan untuk berkeliling desa.

Salah satu peserta Karnaval, Mariana mengaku senang bisa turut serta dalam karnaval tersebut. Meski digelar sederhana, dia menilai dengan karnaval tersebut isa menjadi salah satu wadah bagi masyrakaat untuk lebih mengenal dan mempererat silaaturahmi. “Kalau haru-hari biasanya, banyak masyarakat sibuk dengan kerjaan dan urusan masing-masing, saat ada kegiatan desa seperti karnaval inilah bisa kita jadikan momen untuk saling mengenal dan mempererat persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan masyarakat,” katanya usai mengikuti karnaval.

Ketua Karnaval Desa Teluk Kapuas, Parlindungan Sibulian menaambahkan rutekarnaval yang dilalui merupakan dalam wilayah Desa Teluk Kapuas. Ditanya kenapa pihaknya berinisiatif menggunakan barang bekas, kata Parli salah satu tujuannya yakni agar masyarakat desa bisa melihat potensi pemberdayaan barang bekas. “Kami ingin masyarakat bisa belajar dan lebih jeli dan memberdayakan potensi barang bekas, karena jika jeli dan mampu diberdayakan barang bekas ini sangat memberikan banyak manfaat,” jelasnya.

PJ Kades Teluk Kapuas, Budi Aminudin menerangkan selain menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74, karnal dengan memberdayakan barang bekas tersebut digelar dalam rangka memperingati hari jadi ke-17 Desa Teluk Kapuas. “Jadi Desa Teluk Kapuas ini dimekarkan dari desa induk 19 Agustus tahun 2002,” katanyaa.

Pesertaa karnaval sendiri lanjutnya diikuti semua lapisan masyarakat, mulai dari ibu-ibu PKK, majelis taklim, Masyarakat Peduli Api dan bencana, pemuda dan pemudi desa teluk kapuas, dan anak-anak yang berusia sekitar 12 tahun.
Kata Budi, dalam kaarnaval kali ini pihaknya sengaja memberdayakan barang bekas, misalnya menghias kendaraan, menggunakan baju dengan daur ulang barang bekas, termasuk atribut pakaian yang digunakan juga berasal dari daur ulang barang bekas. “Kami ingin ke depan masyarakat bisa lebih sadar, kalau jeli dan mampu mengelolanya semua barang bekas ini bisa bermanfaat, bahkan mampu mendatangkan penghasilan tambahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Seiring dengna bertambahnya usia Desa Teluk Kapuas, Budi berharap ke depan desa yang memiliki sekitar 13 ribuan penduduk ini bisa bersaing lebih baik lagi dengan daerrah lainnya untuk menjadi salah satu desa maju dan mandiri di Kubu Raya.

“Saya yakin dengan SDM dan potensi yang ada di desa ini, ditambah dengan upaya dan kerja keras bisa membuat Desa Teluk Kapuas ini menjadi salah satu desa yang maju, mandiri dan mampu bersaing dengan daerah lainnya,” ungkapnya. (ash)

Read Previous

SICERDAS Hadir di SMAN 1 Pontianak

Read Next

Komunitas Motor Salurkan Bantuan ke Sekolah

Tinggalkan Balasan

Most Popular