Pergantian Tengah Musim Yang Dinanti

Alexander Albon

KEHADIRAN Alexander Albon di paddock Red Bull di sisa musim ini merupakan keputusan yang mengejutkan. Selain pembalap Thailand tersebut, sebenarnya Red Bull memiliki opsi lainnya, Yakni, mempertahankan Pierre Gasly ataupun menarik kembali Daniil Kvyat dari Toro Rosso.

Itu bukan pertama kalinya pergantian mengejutkan yang terjadi saat gelaran F1 berlangsung. Setidaknya ada lima pergantian pembalap membuat kejutan. Empat pergantian monumental berakhir dengan hasil buruk. Satu lainnya berakhir dengan happy ending.

Misalnya, ketika Luca Badoer menempati kursi balap Felipe Massa di tim Ferrari pada balapan ke-11 dan 12 musim 2009. Keputusan mengejutkan diambil Tim Kuda Jingkrak padahal Badoer kala itu tidak membalap selama 10 musim F1. Alih-alih tampil hebat, Badoer hanya mampu finis di posisi ke-17 dan 14 pada dua race yang dia ikuti.

Berikutnya posisinya digantikan Giancarlo Fisichella yang ditarik dari Force India. Hasilnya? dalam lima balapan bersama Ferrari, capaian terbaik pembalap Italia itu finis kesembilan di Sirkuit Monza. Itu merupakan musim terakhirnya tampil di pentas F1.

Tetapi masih ada satu pergantian kejutan dan berjalan sempurna. Ketika Max Verstappen promosi ke Red Bull menggantikan Daniil Kvyat pada seri keempat musim 2016. Verstappen langsung menjadi juara dalam race pertamanya bersama Red Bull. “Dia menjadi pembalap termuda yang berhasil memenangkan balapan (18 tahun, 227 hari),” tulis BBC terkait prestasi Max.

Langkah serupa, dengan skema yang hampir sama bisa dilanjutkan Albon bersama Red Bull akhir pekan ini di Sirkuit Spa-Francorchamps, belgia. Apalagi, performa RB15 begitu prima dalam lima balapan terakhir. Red Bull musim ini menjadi satu-satunya tim yang berhasil merusak pesta Mercedes. Sudah dua kali Verstappen mencuri kemenangan dari tim Silver Arrows. (nap)

Read Previous

Pererat Hubungan dengan Satker

Read Next

Cinta Pancasila Tak Sekadar Simbol

Tinggalkan Balasan

Most Popular