Peringatan HUT TNI ke-74, Lantamal XII Tanam 4.500 Mangrove

mangrove
PEDULI MANGROVE: Wakil Bupati H Muhammad Pagi turut berpartisipasi menanam mangrove di lingkungan Yon Marharlan Desa Kuala Secapah.

MEMPAWAH – Menyemarakan HUT TNI ke-74, TNI Angkatan Laut se-Indonesia menggelar penanaman mangove serentak, Senin (7/10) pagi. Dilingkungan Lantamal XII, kegiatan penanaman di pusatkan di Markas Batalyon Marharlan XII Mempawah di Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir.

Dipimpin Komandan Lantamal XII, Laksamana Pertama (Laksma) Agus Hariadi TNI Agus Hariadi, penanaman mangrove turut diikuti Muspida Provinsi Kalbar, Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi, Muspida Kabupaten Mempawah, Polres Mempawah, Ibu Jalasenastri, pelajar, masyarakat dan unsur maritim Yon Marharlan XII Mempawah.

“Kegiatan ini sekaligus kita canangkan untuk pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori penanaman pohon mangrove terbanyak di seluruh pangkalan TNI AL, Armada I, Armada II, Armada III se-Indonesia,” ungkap Agus Hariadi.

Karena itu, Agus menyebut, pihaknya melibatkan seluruh unsur dalam mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Mulai dari keterwakilan pemerintah provinsi, pemerintah daerah, muspida, TNI AD, TNI AU, Kepolisian serta elemen masyarakat lainnya.

“Total se-Indonesia dilakukan penanaman sebanyak 300 ribu lebih pohon mangrove. Sedangkan penanaman yang kita laksanakan di Mempawah ini sebanyak 4.500 pohon mangrove,” paparnya.
Lebih jauh, Agus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan kontribusinya mensukseskan kegiatan penanaman pohon mangrove di Pantai Desa Kuala Secapah yang juga Markas Yon Marharlan XII Mempawah.

“Mudah-mudahan penanaman mangrove ini memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan. Terutama mencegah terjadinya abrasi dan kerusakan alam pantai akibat ombak laut,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi mengaku sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan penanaman mangrove yang digagas Lantamal XII Pontianak di Pantai Desa Kuala Secapah. Menurut Wabup, penanaman itu sangat penting dan strategis guna mencegah dampak negatif abrasi.

“Kabupaten Mempawah memiliki garis pantai yang cukup luas. Sehingga ada beberapa desa yang terdampak abrasi. Mulai dari Desa Kuala Secapah, Pasir, Sengkubang hingga Sungai Kunyit,” ungkap Wabup.

Menurut Wabup, upaya penanggulangan abrasi telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mempawah dengan melibatkan seluruh stakeholder termasuk pula peranan swasta. Salah satu kegiatannya dengan menanam pohon mangrove di tepi pantai yang tergerus abrasi.

“Alhamdulillah, dampak positifnya ada beberapa lokasi hutan mangrove yang saat ini dikelola menjadi wisata alam. Misalnya di Mempawah Mangrove Park (MMP) di Desa Pasir yang terus dibenahi dan menarik daya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara,” sebut Wabup.

Wabup berharap, penanaman mangrove yang dilaksanakan Lantamal XII Pontianak di Desa Kuala Secapah dapat terus berlangsung secara konsisten dan lebih ditingkatkan dimasa mendatang. Agar, kerusakan pantai di Desa Kuala Secapah dapat ditanggulangi dengan maksimal.

“Jika memungkinkan, hutan mangrove disini nantinya dapat dikelola menjadi objek wisata alam yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta menjadi income pemerintah daerah. Kami mengucapkan terima kasih dan siap mendukung program strategis Lantamal dan Yon Marharlan untuk pengembangan daerah dan kawasan Kabupaten Mempawah,” tukasnya. (wah)

loading...