Perjelas Batas Wilayah Taman Nasional

KONFRENSI PERS: Sosialisai revitalisasi ekonomi dan konsultasi publik rencana pemberdayaan masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Palung di hotel Mahkota Kayong, Kamis (29/8). DANANG PRASETYO / PONTIANAK POST. 

SUKADANA– Untuk percepatan pembangunan Kayong Utara, Bupati Kayong Utara Citra Duani mengatakan, ada dasar fundamental yang harus segera diselesaikan. Diantaranya, sambung Citra mengenai batas wilayah Kayong Utara dan Ketapang terkait wilayah batasan Kawasan Taman Nasional.
“Kalau kita ini ada tiga kabupaten yang berbatasan dengan kawasan. Yakni, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang.  Kalau Kubu Raya tidak ada masalah. Cuma Ketapang saja. Ketapang ini ada dasarnya batas wilayah berdasarkan undang-undang. Kemudian setelah dikeluarakan Undang-Undang Pemekaran, mungkin belum selesai,”terang Bupati Kayong Utara pada konfrensi pers sosialisasi revitalisasi ekonomi dan konsultasi publik rencana pemberdayaan masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Palung di hotel Mahkota Kayong, Kamis (29/8).

Jadi, sambung Bupati ada 30 persen kawasan masuk di Kabupaten Ketapang. Kemudian sebagian lagi di daerah Perawas yang berbatasan. Hal ini, menurut Bupati harus segera diselesaikan agar tidak saling tarik menarik. “Jadi ini harus segera diselesaikan,”singkatnya.

Bahkan, mengenai hal ini, diakui Bupati telah dilakukan mediasi secara formal untuk mempresentasikan bersama DPR RI, harapannya agar DPR RI dapat segera mendorong menerbitkan peraturan menteri untuk segera diteteapkan batas wilayah Kayong Utara dan Ketapang berkaitan dengan Kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

“Karena kita sudah menyelasaikan batas desa, yakni 43 desa. Kita bekerjasama dengan tim LAPAN. Hingga menerima penghargaan dari tim LAPAN. Karena baru Kayong Utara yang mendapat 100 persen mengenai batas desa itu. Nah tinggal satu yakni batas kabupaten. Jika batas Kabupaten ini sudah ditetapkan maka Insya Allah Kayong Utara satu modal dasar untuk membangun ke depan sudah jelas,”lanjutnya.

Setelah itu, sambung Citra sembari berjalannya dengan status kawasan taman nasional, apakah itu 30 persen atau 10 persen jadi kawasan ini akan bertambah lagi kepada Kayong Utara. Kemudian DPR RI memberikan apresiasi dan memberikan masukan segera diselesaikan dan jangan sampai menjadi sengketa.

Sementara itu, sisi lain Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung M. Ari Winawanto menyatakan mengenai kawasan Taman Nasinal Gunung Palung ini diharapakan dengan adanya sosialisasi revitalisasi ekonomi dan konsultasi publik rencana pemberdayaan masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Palung diharapakan mayarakat ke depan dapat berhasil guna bagi kesejahteraan masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa) di Kabupaten Kayong Utara. “Saya juga berharap melalui kegiatan ini dengan melibatkan beberapa pihak terkait agar masyarakat dapat mendukung, sinergisitas dan keterpaduan langkah dari semua pihak dari sisi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa),”ujarnya. (dan)

Read Previous

Cinthia Kusuma Rani, Miss Earth Indonesia 2019

Read Next

Dibangun Melalui Dana Desa dan Berbagai Sumbangan

Tinggalkan Balasan

Most Popular