Perkara Korupsi di PTPN XIII Siap Disidangkan

SIAP DISIDANGKAN: Jaksa Penyidik Kejati Kalbar menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada JPU Kejari Sanggau, dalam perkara  dugaan korupsi pembukaan dan penanaman kebun sawit di Kembayan, Sanggau oleh PTPN XIII. IST

PONTIANAK – Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sanggau, dalam perkara  dugaan tindak pidana korupsi pembukaan dan penanaman areal tanaman baru kebun sawit di Kembayan, Sanggau oleh PTPN XIII.

Serah terima tersangka dan barang bukti berlangsung di Rutan Klas II A Pontianak, Senin (7/6) itu atas nama tersangka Fransiskus Herianto, S. Derincen Hasugian, Seragi, Antonia Bunsu, Markus Suharjo, Herkulanus Lidin.

Dari perbuatan para tersangka ini, mengakibatan kerugian Keuangan Negara sebesar Rp.854.060.325,04.

Hal ini berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka perhitungan kerugian negara atas Pengembangan Kebun Kembayan II tahun 2012-2015 pada PTPN XIII dan Instansi terkait nomor: 07/RHP/XXI/04/2020 tanggal 09 April 2020 oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPPK) Republik Indonesia.

Dalam kasus ini,  tersangka Fransiskus Herianto, SH, dan kawan kawan menandatangani dokumen untuk pencairan pembayaran pekerjaan penanaman berupa perhitungan pekerjaan rampung dan berita acara penyerahan pekerjaan borongan dilaporkan telah selesai 100 persen untuk luasan 1.350 Hektare.  Padahal pekerjaan penanaman baru selesai seluas 33 Hektare.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Masyhudi Mengatakan perkara PTPN XIII, sudah masuk tahap penyerahan tersangka dan barang bukti, artinya Jaksa Penuntut Umum harus mempersiapkan Surat Dakwaan untuk dilimpahkan ke tahap Penuntutan di Pengadilan Tipikor Pontianak.

“Saya telah perintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk segera menyelesaikan perkara ini, komitmen kami dalam pemberantasan tindak korupsi adalah untuk memulihkan hak-hak masyarakat yang telah dirugikan yang seharusnya ikut menikmati hasil pembangunan ini.  Akan tetapi telah di korupsi oleh para pelaku. Dengan tindakan tegas ini, diharapkan ada kepercayaan dari para pelaku bisnis atau investor untuk menanamkan modalnya di Kalimantan Barat, demi percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” pungkasnya. (mrd/*r)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!