Perkenalkan Gastronomi dan Ekonomi Kreatif

BUKA: Wagub Kalbar Ria Norsan foto bersama usai membuka kegiatan Kalbar Gastrofest di Halaman Museum Kalbar, Minggu (1/12). HUMPRO KALBAR

Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan membuka kegiatan Kalbar Gastrofest di Halaman Museum, Minggu (1/12) pagi. Kegiatan ini digelar dalam upaya memperkenalkan gastronomi dan ekonomi kreatif kepada masyarakat. “Festival ini selain memperkenalkan tentang gastronomi kami juga memperkenalkan tentang ekonomi kreatif kepada masyarakat terutama sub sektor apa saja yang menjadi bagian dari ekonomi kreatif,” ungkap Ria Norsan.

Lebih lanjut dijelaskannya, ketika berbicara tentang makanan biasanya yang ada dalam pikiran hanya kepada rasa dari makanan, apakah enak atau tidak. Tetapi dengan gastronomi diuraikan secara lebih luas. Dimana makanan bukan hanya berbicara tentang cita rasa namun merupakan ilmu dan seni dari sebuah makanan. Termasuk ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan antara budaya dan makanan.

“Proses kreatif dalam menciptakan, menyiapkan dan menyantap makanan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang muncul sebagai potensi budaya yang mereka miliki,” jelasnya. Selain juga menurutnya perbedaan SDA dan kearifan lokal dalam membuat makanan akan menghasilkan sebuah identitas unik. Bisa menjadi ciri khas dari suatu kelompok masyarakat melalui makanan tersebut.

Adapun Kalbar Gastrofest 2019 ini diadakan dengan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan gastronorni. Salah satunya lomba masak ikan. “Di dalam lomba masak ikan selain rasa hasil masakannya, kami juga akan melihat bagaimana penampilan masakan dan mengetahui sejarah serta budaya apa yang terdapat dalam masakan tersebut,” terangnya. Selain itu ada kegiatan potluck jajanan pasar dan gastro buffet yang menampilkan makanan dan minuman tradisional khas Kalbar. Semua itu bisa dinikmati bersama-sama.

Seperti diketahui gastronomi merupakan bagian dari ekonomi kreatif. Dimana ekonomi kreatif sendiri terdiri dari 16 sub sektor yang memiliki potensi besar dalam menyumbang perekonomian masyarakat.  Secara langsung produk dan ekonomi kreatif sangat diperlukan untuk mendukung pariwisata di provinsi ini. Namun agar dapat berkembang maksimal, ia menilai ekonomi kreatif perlu dukungan dari kelompok-kelompok kreatif di masyarakat itu sendiri.

“Misalnya pada hari ini ada banyak kelompok masyarakat yang terlibat dalam penyediaan kue tradisional, yang bila dikembangkan bisa menjadi usaha baru dan menghasilkan pendapatan,” katanya.  Norsan melihat sebenarnya banyak kelompok-kelompok kreatif di Kalbar, yang apabila disatukan tujuan dan persepsinya dapat menjadi sumber perekonomian mayarakat yang menjanjikan.(bar/r)

loading...