Perkenalkan Pusat Pelatihan Pengenalan Minerba

Perhapi, IAGI, dan Dinas ESDM Kalbar Bersinergi

Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Perwakilan Kalbar bersama Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kalbar, baru saja melakukan audiensi ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalbar. Mereka ingin berkoordinasi serta bersinergi terkait rencana pengembangan data dan informasi potensi mineral dan batu bara (minerba) berbasis geospasial, serta pelatihan keterampilan di sektor pertambangan dan kebumian bagi kaum pelajar, mahasiswa, serta masyarakat di Kalbar.

SIGIT ADRIYANTO, Pontianak

KETUA Perhapi Perwakilan Kalbar, Sigit Nugroho WJ menjelaskan bahwa pertemuan tersebut digelar dalam rangka memberitahukan kepada Dinas ESDM, di mana mereka bersama IAGI Kalbar saat ini telah melakukan kolaborasi. Kerja sama yang mereka lakukan membahasa terkait berbagai hal, guna meningkatkan sumber daya manusia di sektor pertambangan dan kebumian, dengan membentuk pusat pelatihan Pengenalan Mineral dan Batubara (PMB).

“Pusat pelatihan ini kita bentuk di Kalbar Minerals Center (KMC), tepatnya di Desa Kuala Dua, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Dalam pertemuan ini kita juga melakukan perjanjian kerja sama antara Perhapi Kalbar dengan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, khususnya dari pihak Jurusan Teknik Pertambangan,” paparnya, Minggu (20/9).

Langkah ke depan, kata Sigit, dalam rangka menciptakan sinergitas serta kolaborasi antata Dinas ESDM Kalbar dengan komunitas para ahli profesional yang bergerak di sektor pertambangan dan kebumian. “Dalam pertemuan tersebut, kita juga membahas tentang peta penyebaran sumber daya mineral di Kalbar serta draf peta atlas geologi untuk kemudian kita kembangkan bersama-sama,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kalbar, Syarif Kamaruzzaman turut mengucapkan terima kasih atas audiensi yang telah dilakukan oleh pihak Perhapi dan IAGI Kalbar, yang turut melibatkan Dinas ESDM Kalbar. Menurutnya, rencana pengembangan data dan informasi berbasis geospasial yang diinisiasi perhapi dan IAGI Kalbar ini mesti diapresiasi.

“Khususnya dalam menyiapkan berbagai kebutuhan data dan informasi di sektor pertambangan dan kebumian. Terutama dalam menghadapi pelaksanaan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 yang akan mulai efektif diberlakukan pada awal Tahun 2021 mendatang,” timpalnya.

Dia juga meminta kepada kedua belah pihak untuk tak segan berdiskusi dan berkoordinasi, guna membahas serta mencari berbagai solusi terkait permasalahan dan tantangan yang muncul, dalam rangka pemberdayaan kepada masyarakat serta pengoptimalan pelaksanaan usaha pertambangan yang ada di Kalbar. “Selain itu, tentunya dalam hal ini kita juga berharap agar apa yang hendak kita capai bisa terwujud sesuai dengan tujuan awal guna mensejahterakan masyarakat Kalbar,” pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!