Permintaan Kratom Kalbar Kian Meningkat
Jadi Bahan Baku Minuman Berenergi di Dunia

KRATOM: Ketua Kadin Kalbar Santyoso Tio bersama Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdangan Kalbar, Bulyadi melepas ekspor kratom ke India, kemarin. Negara Asia Selatan ini menjadi tujuan baru ekspor daun purik seiring permintaan dari industri minuman di sana. Aristono/Pontianak Post

PONTIANAK – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat melaunching ekspor serbuk kratom dari provinsi ini ke India, Jumat (9/4). Pengiriman kratom dengan satu kontainer seberat 7 ton ini disaksikan oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdangan Kalbar, Bulyadi serta Ketua Kadin Kalbar Santyoso Tio. Eksportir paket ini, Rudyzar Zaidar Mochtar menyebut India adalah negara baru yang menjadi importir kratom asal Kalbar, menyusul negara-negara tujuan lainnya dari Amerika, Eropa dan Asia.

“Permintaan dari India mulai meningkat. Di sana olahan kratom dilegalkan pemerintahnya dan dijadikan bahan baku untuk minuman kesehatan dan minuman berenergi berskala industri. Tentu ini menjadi angin segar bagi kita untuk meningkatkan produksi. Tentu saja ini membawa manfaat baik bagi para petani kita, dimana kratom di Kalbar ini mayoritas dikelola oleh masyarakat lokal atau petani tradisional,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Hanya saja, kata dia, kendati volume pengiriman kratom terus meningkat membuat perubahan harga di tingkat lokal. “Semakin banyak permintaan tentu produksi kian banyak dan harga menyesuaikan. Ditambah lagi pengaruh musim dan cuaca. Saat ini harga remahan daun kratom di tingkat lokal tinggal Rp20.000 per kilogram. Jauh lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.

Kratom sendiri, lanjut dia, memiliki banyak kegunaan. Di negara-negara tersebut, olahan tanaman bernama mitragyna speciosa banyak adalah untuk pembuatan obat penghilang nyeri. Selain itu, di sana, tepung kratom diolah menjadi berbagai macam produk lainnya, seperti kosmetik berupa sabun dan lotion spa.. Dalam olahan lain kratom diubah menjadi minuman kesehatan. Banyak juga yang dimanfaatkan sebagai bahan untuk aroma terapi dan pembuatan dupa atau hio.

Sementara itu, Sekretaris Disperindag Kalbar Bulyadi menyebut, pihaknya mendukung penuh ekspor komoditas kratom. Kratom juga adalah komoditas yang bersentuhan langsung dengan ekonomi kerakyatan Terlebih tanaman ini memang berasal atau endemik dari Kalbar, utamanya Kapuas Hulu. Sedangkan negara lain sudah membudidayakan dan mengembangkan tanaman ini.

Pemrpov Kalbar sendiri, terus berupaya agar kratom bisa menjadi andalan baru untuk ekonomi masyarakat Kalbar. Salah satunya adalah dengan mendorong penelitian terkait manfaat tanaman yang akrab sebagai obat tradisonal di masyarakat tempatan ini. “Gubernur sendiri menaruh perhatian besar untuk kratom ini. Kita ingin adalah penelitian komprehensif sehingga bisa menjadi dasar bagi kebijakan bagi industri kratom di tingkat nasional. Karena melihat potensi dan manfaatnya yang besar bagi ekonomi masyarakat,” ungkap dia.

Ketua Kadin Kalbar Santyoso Tio menyebut, tanaman kratom adalah salah satu komoditas yang mampu menghidupi masyarakat di daerah pada masa pandemi ini. Apalagi, menurut dia, kebanyakan pelaku kratom adalah petani lokal yang tergolong UMKM. “Tanaman ini kan hidupnya di hutan-hutan. Petani lokal kemudian memanennya. Yang dipanen juga hanya daun, dan pohonnya tetap lestari dan daunnya tumbuh terus. Dari segi ekonomi sangat membantu petani lokal kita. Sedangkan untuk lingkungan juga bagus,” sebut dia.

Pihaknya juga mendukung para UMKM hingga eksportir Kalbar untuk terus meningkatkan produksi tanaman ini dan mencari pasar seluas-luasnya. “Tentu kalau volume dan nilainya terus naik akan mempengaruhi ekonomi Kalbar secara keseluruhan. Multiplier effectnya juga akan kemana-mana, sehingga ekonomi kita bergairah. Apalagi tahun ini ekonomi kita mulai pulih setelah tahun lalu babak belur karena pandemi Covid-19,” pungkas dia. (ars)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!