Permudah Kucurkan Bantuan KPM dengan BPNT

kubu raya

BANTUAN NONTUNAI: Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo secara simbolis menyerahkan bantuan pangan Non-Tunai bagi KPM di Desa Ambawang Kuala.  ASHRI/PONTIANAK POST

SUNGAI RAYA — Sebanyak 23.616 keluarga di Desa Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang dinilai memenuhi syarat menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Mereka, Senin (7/10) kemarin menerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang diluncurkan Pemerintah Kubu Raya.

“BPNT merupakan transformasi program subsidi beras sejahtera (rastra) menjadi program Bantuan Pangan Non-Tunai. Program ini bertujuan meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran terkait pelaksanaan program subsidi beras sejahtera,” kata Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo usai secara simbolis menyerahkan bantuan pangan Non-Tunai bagi KPM di Desa Ambawang Kuala.

BPNT merupakan bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya. Bantuan senilai Rp110 ribu perbulan itu diberikan melalui mekanisme akun elektronik. Dengan mekanisme itu, KPM dapat membeli pangan seperti beras dan atau telur di elektronik warung gotong royong (e-warong) maupun warung tradisional yang bekerja sama dengan Bank BNI dan Perum Bulog.
Sujiwo menginginkan BPNT dapat menekan potensi penyelewengan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Karena itu, demi kesuksesan program ia meminta seluruh perangkat yang terlibat untuk sinergis.

“Pemerintah membuat program dengan tujuan yang baik. Terlepas dari plus minus yang mungkin ada. BPNT ini bertujuan supaya bantuan tepat sasaran. Tidak terjadi penyelewengan seperti kolusi. Misalnya ada oknum yang memberikan data sembarangan atau mungkin menyalurkan bantuan kepada yang tidak berhak,” ujarnya.

Dia pun berharap peluncuran program langsung ditindaklanjuti di lapangan. Ia meminta para camat untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Di era digital yang serba cepat masyarakat juga harus siap menyesuaikan diri.

“Ini zaman digital dengan perubahan yang cepat. Mau tidak mau camat dan Kades harus terus memberikan motivasi dan edukasi kepada masyarakat. Sedikit demi sedikit masyarakat harus sudah mulai melek terhadap masalah teknologi informasi dan komunikasi,” jelasnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Sujiwo berterimakasih kepada BNI dan Perum Bulog. Menurutnya, kedua perusahaan pelat merah itu telah bekerja optimal merealisasikan program BPNT di Kabupaten Kubu Raya. “Setelah launching ini ayo sama-sama kita maksimalkan peran masing-masing untuk menyampaikan program ini ke masyarakat terutama kepada calon-calon keluarga penerima manfaat,” ajaknya.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kalimantan Barat, Bubun Subroto menambahkan, program BPNT dimulai terhitung 1 September 2019. Jika sebelumnya bantuan beras diberikan langsung, maka nanti akan melalui kartu yang ditukar dengan beras dan telur. Bantuan tersebut tidak dapat diambil tunai. Melainkan hanya dapat ditukarkan dengan beras dan atau telur.

Jika bantuan tidak dibelanjakan di bulan tersebut, maka nilai bantuan tetap tersimpan dan terakumulasi dalam Akun Elektronik Bantuan Pangan. Bubun mengungkapkan, sesuai nota kesepahaman Perum Bulog dan pemerintah kabupaten, maka Bulog akan bertindak sebagai penyuplai yang menyediakan beras dan telur.

“Beras sebagai salah satu pangan pokok tentu menjadi fokus pemerintah selain sandang dan papan. Pemerintah fokus untuk menyediakan pangan yang lebih baik. Jadi tahun demi tahun kita evaluasi mengenai program bantuan ini. Jika sebelumnya kita fokus hanya memberikan energi saja berupa karbohidrat beras, maka mulai September dan seterusnya ditambah dengan protein telur,” terangnya.

Bubun menambahkan, program BPNT juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi. Jika pada program beras sejahtera (rastra) dulu hanya ada penyuplai dan penerima bantuan, maka pada BPNT ada pengembangan ekonomi berupa kerja sama dengan agen.

“Agen ini akan memberikan pelayanan kepada penerima. Jadi Bulog sudah pengalaman menyalurkan beras dari gudang sampai titik industri, kelurahan, atau dusun. Nah, sekarang Bulog akan menyalurkan tidak lagi ke kelurahan atau desa, melainkan ke agen toko. Jadi penerima bisa langsung ke toko-toko yang bekerja sama dengan BNI,” terangnya.

Bubun berpesan agar KPM disiplin terhadap pengambilan barang. Hal itu mengingat bantuan yang bersifat hidup. “Jadi setiap petugas pendamping menyuruh untuk mengambil, maka harus diambil karena barang ini hidup. Jadi bisa cepat rusak jika lama dibiarkan,” ucapnya.

Bubun berharap BPNT menjadi awal dari program bantuan pangan yang lebih baik di masa mendatang. Tidak terbatas energi dan protein semata. Untuk itu ia menyatakan kesiapan Bulog jika ke depan pemerintah akan menambah jesni bantuan.

“Masyarakat itu membutuhkan pangan yang benar-benar berkualitas. Nah, Bulog mengikuti perkembangan masyarakat. Bulog sekarang ini tidak hanya menyediakan beras. Di gudang kita ada gula pasir, minyak goreng, terigu, dan telur. Insya Allah kalau pemerintah menambah dengan daging atau gula pasir pun kita siap. Stoknya juga terjamin,” paparnya.

Salah satu warga penerima bantuan, Ratna Leliana, berterima kasih kepada pemerintah atas Bantuan Pangan Non Tunai yang diterima. Menurutnya, BPNT sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga. Dia mengaku terbantu dengan strategi pemerintah yang mengubah mekanisme penyaluran bantuan dengan sistem akun elektronik. Sehingga bantuan yang diberikan tidak salah sasaran atau diselewengkan.

“Meski jumlahnya tidak besar, Alhamdulillah dengan cara seperti ini bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran. Kami pun dapat mengambil bantuan berupa beras dan telur dengan cara yang lebih mudah. Selain kualitas beras yang akan diterima juga lebih baik dari yang dulu,” pungkasnya. (ash)

Read Previous

Isi Sesuai Kebutuhan

Read Next

Ingatkan Petani Waspadai Pupuk Palsu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *