Perppu Tidak Jelas, Mahasiswa Ancam Demo Lagi

Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) saat aksi unjuk rasa menutut dibatalkannya Revisi Kitab Hukum Pidana (RKUHP) di Pintu Masuk Pejalan Kaki Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9). Aksi tolak RKUHP oleh Pelajar SMA dari berbagai sekolah di Jakarta ini berlangsung susuh saat dibubarkan oleh Petugas Kepolisian menggunakan gas air mata.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

PONTIANAKPOST.CO.ID – Komunikasi antara mahasiswa dan pihak istana mulai terjalin. Kemarin (3/10) sejumlah perwakilan mahasiswa bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kantor KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dino Ardiansyah mengatakan, komunikasi dilakukan untuk mencari kepastian terkait nasib UU KPK. Pasalnya, berbeda dengan tuntutan sejumlah RUU yang sudah ditunda, UU KPK belum mendapat kepastian. ’’Minimal, dari Pak Jokowi selaku eksekutif, bisa ada statement mengeluarkan perppu,” ujarnya.

Dalam pembicaraan dengan Moeldoko, Dino mengaku belum mendapat kepastian soal nasib perppu. Mantan panglima TNI itu hanya akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada presiden.
Dino menambahkan, pihaknya juga mendesak agar dilakukan dialog terbuka antara mahasiswa dan presiden. Namun, lagi-lagi Moeldoko tidak berani menjanjikan. ’’Kalau 14 Oktober tidak ada diskusi dan tidak ada statement (perppu) dari presiden, kami pastikan mahasiswa akan turun ke jalan dan lebih besar,” imbuhnya.

Tuntutan yang akan disampaikan tetap berada di jalur konstitusional. Yakni, tujuh tuntutan yang sejak awal disepakati bersama oleh aliansi mahasiswa dari berbagai kampus. Kalaupun ada tambahan, hanyalah tuntutan pembebasan mahasiswa yang ditahan serta pengusutan terhadap meninggalnya mahasiswa di Kendari. (far/deb/byu/c18/oni)

loading...