Persikat Ketapang Gagal Lolos

SKUAT : Skuat Persikat Ketapang saat berhadapan dengan Kota Baru FC beberapa waktu yang lalu. ISTIMEWA

PONTIANAK – Persikat Ketapang gagal lolos ke babak 32 nasional Liga 3, usai ditahan imbang 0-0 oleh Bontang City FC pada leg ke-2 liga 3 zona Kalimantan, Senin (2/12) di Stadion Tentemak Kabupaten Ketapang.

Sebelumnya, di leg pertama yang berlangsung di Bontang, Kalimantan timur pada Kamis (28/11), Persikat Ketapang harus takluk 2-1 oleh Bontang City FC. Agregat 2-1 meloloskan Bontang City FC ke babak 32 nasional mewakili zona Kalimantan 1.

Persikat yang hanya membutuhkan kemenangan 1-0 untuk lolos, bermain all out sejak peluit babak pertama dibunyikan. Namun Bontang City FC yang juga hanya butuh hasil imbang untuk lolos, bermain dengan cukup keras. Alhasil pertandingan berjalan dengan tempo tinggi.

Hujan kartu kuning pun keluar dari kantong wasit, tak hanya itu, satu pemain Bontang City FC mendapatkan kartu merah. Persikat Ketapang bukan tanpa peluang, di menit ke-15 babak pertama, Persikat nyaris membuka skor andai sepakan pemain Persikat tidak digagalkan oleh tiang gawang. Beberapa kali Persikat Ketapang kembali mendapatkan peluang namun peluang tersebut tidak membuahkan gol.

Di babak kedua, kedua kesebelasan kembali membuahkan peluang, namun tangguhnya kipar dari Bontang FC membuat, peluang Persikat gagal dikonfersikan menjadi gol. Alhasil hingga peluang panjang dibunyikan, skor imbang 0-0 menutup leg ke-2. Hasil ini membuat Bontang City FC melenggang ke babak 32 besar nasional, dan Persikat Ketapang harus menyudahi petualangannya di Liga 3 2019.

Sekretaris Umum PSSI Kalimantan Barat, Nanang Setiabudi mengatakan Persikat Ketapang bermain dominan pada leg 2 kali ini, beberapa peluang diciptakan, namun keberuntungan belum berpihak kepada Persikat.

“Seperti di menit ke-15 tendangan pemain Persikat mengenai tiang gawang, dan beberapa tembakan di dalam kotak pinalti yang berhasil digagalkan oleh kipar Bontang City FC,”ucapnya kepada Pontianak Post.

Ia mengatakan, dengan Persikat yang hanya membutuhkan kemenangan 1-0 dan Bontang City FC hanya membutuhkan hasil imbang, membuat pertandingan berjalan dengan tensi tinggi.

“Hujan kartu kuning pun mewarnai pertandingan ini, dan satu pemain Bontang FC di ganjar kartu merah oleh wasit,” ucap Nanang.

Ia melanjutkan, dengan hasil ini Persikat Ketapang gagal lolos ke babak 32 besar nasional. Sementara Bontang City FC lolos mewakili zona Kalimantan 1.

Namun ia mengungkapkan wakil Kalbar akan mencobanya lagi di tahun depan. Dengan mengawali Liga 3 zona Kalimantan Barat. “Di tahun 2020 yang menjadi tuan rumah Liga 3 zona Kalbar adalah Kabupaten Sambas,” tuturnya.

“Pihak PSSI Kabupaten Sambas kemarin sudah meminta untuk menjadi tuan rumah ditahan depan. Saat ini mereka sudah berbenah dengan memperbaiki kualitas stadion seperti rumput dll,” ungkapnya.

Nanang berharap, seluruh kabupaten/kota di Kalbar bersiap untuk mengikuti kompetisi yang akan diselenggarakan oleh PSSI Kalbar. “Di tahun depan kita ada 5 kompetisi yaitu, U-13, U-15, U-17, U-23, dan sepakbola wanita Pertiwi. Diharapkan seluruh kabupaten/kota mempersiapkan timnya sedini mungkin,” pungkasnya. (var)

Read Previous

Sidang Gugatan dr Ismawan Melawan Pemkab Kapuas Hulu

Read Next

Nadin Ditemukan Tenggelam di Saluran Air

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *