Persoalan SARA, Selesaikan secara Kekeluargaan

SILATURAHMI: Pemkot Singkawang menggelar silaturahmi kepada unsur organisasi kemasyarakat dan paguyuban lintas agama, adat, serta etnis di kediaman rumah dinas Wali Kota Singkawang, kemarin. HUMASKOT FOR PONTIANAK POST

Wako Tatap Muka Bersama Togam dan Masyarakat

SINGKAWANG – Kepala Polres (Kapolres) Singkawang AKBP Prasetyio Adhi Wibowo berharap agar persoalan menyangkut SARA bisa diselesaikan di wilayah internal atau secara kekeluargaan. Hal tersebut disampaikan Kapolres dalam kegiatan silaturahmi unsur organisasi kemasyarakatan dan paguyuban lintas agama, adat, serta etnis di kediaman rumah dinas Wali Kota Singkawang, baru-baru ini.

Kapolres secara tegas mengatakan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait persoalan SARA atau hal lainnya. “Makanya kita harapkan tokoh agama,  tokoh masyarakat menjadi filter, menjadi peneduh bagi persoalan persoalan terindikasi SARA, karena inilah kontribusi terbaik bagi Kota Singkawang,” katanya.

Pertemuan ini sendiri digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang. Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari perkembangan pembangunan,  isu yang mencuat di media sosial terkait masalah toleransi, hingga penyampaian aspirasi tokoh agama, tokoh masyarakat,  tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

Wali Kota (Wako) Singkawang Tjhai Chui Mie menjelaskan bahwa pertemuan ini sudah begitu lama tidak mereka lakukan sejak pemberlakukan stay at home. Dia berharap ajang silaturahmi tatap muka ini menjadi wadah komunikasi menyampaikan saran dan aspirasi kepadanya selaku kepala daerah. Banyak masukan dan saran untuknya, di antaranya adalah persolan pembangunan dan perkembangan akhir-akhir ini di media sosial yang tak kondusif.

“Namun nyatanya dari tokoh masyarakat,  tokoh agama, tokoh adat, tokoh lintas etnis berkomitmen membangun Singkawang dan menjaga toleransi yang sudah kita bangun bersama,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu Wako juga meminta agar semua unsur yang hadir menjadi motor penggerak dalam mengajak warga bijak dalam bemedsos.  “Marilah kita senantiasa meningkatkan kesadaran diri kita untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Seni dan Budaya Kota Singkawang,  Mulyadi Qamal, mengatakan Singkawang ini sudah kondusif. Harapan dia, kerukunan yang ada tidak perlu diusik oleh hal-hal yang merugikan.

“Di saat ini kita butuh persatuan dengan menjaga serta meningkatkan kerukunan, karena semua itu modal bersama membangun kota baik dari sisi ekonomi, sosial, dan politik,” jelasnya. (har)

error: Content is protected !!