Pertama Dalam 60 Tahun Terakhir; Banjir Bandang Porak Porandakan Desa Nekan

Foto : dokumen BPBD Sanggau


SANGGAU – Banjir bandang di Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Rabu (8/7) sore merupakan yang pertama dalam enam puluh tahun terakhir. Banjir berdurasi lebih dari tiga jam itu mengakibatkan kerusakan cukup parah terutama bagi bangunan fisik.

Plh. Kepala Dusun Nekan, Agus mengatakan kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan rumah milik warga. Sejumlah bangunan jembatan juga ambruk dan akses jalan terputus. Banjir juga terdampak pada pertanian warga setempat.

“Banjir Rabu sore kemarin mulai sekira jam empat sore (Pukul 16.00 WIB). Mulai selesai (Banjirnya) sekira jam enam lewat (Pukul 18.00 WIB) gitulah. Ini pertama kalinya dalam enam puluh tahun terakhir,” katanya, Rabu malam.

Kepala BPBD Sanggau, Siron mengungkapkan bahwa pada Rabu sekira pukul 17.00 WIB, pihaknya mendapat informasi dari Sekretaris Kecamatan bahwa telah terjadi banjir bandang di Dusun Grama Jaya & Dusun Nekan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong.

“Kami (BPBD dan Tim Reaksi Cepat) sekira jam sembilan malam menuju lokasi untuk mengecek langsung lokasi banjir dan melakukan komunikasi dengan warga yang terdampak banjir di sana,” katanya.

“Banjir terjadi di dua dusun akibat curah hujan yang tinggi dari pukul 14.30 hingga 16.30 WIB. Akibat hujan itu, air sungai meluap dan menyebabkan banjir setinggi 1,5 meter,” jelasnya.

Siron melanjutkan, sebagian besar rumah warga Dusun Gramajaya yang terdiri dari 135 KK dan Dusun Nekan yang terdiri dari 118 KK terendam banjir. Sejumoah rumah warga rusak berat serta beberapa infrastruktur ambruk.

“Pagar SDN 08 Nekan, Kantor Desa Nekan dan beberapa rumah warga jebol dan ambruk. Jembatan penghubung, akses jalan utama Dusun Grama Jaya menuju Dusun Punti Kayan terputus akibat terjangan banjir,” ujarnya.

“Banyak warga tidak dapat menyelamatkan harta benda akibat banjir bandang yang datang secara tiba-tiba. Banyak juga hewan peliharaan dan ternak yang hanyut dibawa air. Hasil bumi seperti Sahang dan Karet juga habis,” kata Siron menambahkan.

Kondisi baru kembali normal sekira pukul 01.10 WIB, Kamis (9/7) dini hari. Warga kemudian kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa-sisa akibat banjir berupa lumpur dan sampah.

“Kami juga telah menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir ketika menyambangi lokasi dusun tersebut. Kami masih akan melakukan koordinasi sekaligus melaporkan kepada pimpinan daerah untuk penanganan selanjutnya,” kata dia.

Sementara itu, informasi yang diterima harian ini dari pihak kecamatan pada Rabu pukul 23.40 WIB menyebutkan banjir bandang disebabkan hujan deras mengakibatkan kerusakan cukup parah di Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Rabu (8/7) sore. Selain merendam pemukiman di dua dusun, sejumlah jembatan juga mengalami kerusakan cukup parah.

Kasi Kesra pada Kantor Camat Entikong, Kristian Yosep mengatakan dari data sementara yang ada pada pihaknya diketahui banjir tersebut berdampak langsung pada 255 kepala keluarga di dua dusun yakni Dusun Grama Jaya dan Dusun Nekan.

“Data sementara dampak banjir bandang di Dusun Grama Jaya ada 135 KK dan Dusun Nekan ada 120 KK. Ada juga dindin rumah masyarakat yang jebol,” katanya kepada Pontianak Post.

Menurutnya, selain pemukiman penduduk, sejumlah bangunan sekolah, termasuk kendaraan roda dua dan empat juga ikut terendam banjir. Tanaman padi milik para petani setempat juga rusak dan terancam gagal panen.

“Padi warga habis, tidak bisa diselamatkan. Motor dan mobil terendam. Kantor Desa juga terdampak. Bahkan pagar kantor desa juga roboh. Termasuk surat suara untuk pilkades hancur semuanya,” ungkap dia. (sgg)

loading...