Pertama Kali dan Bakal Jadi Agenda Rutin

hadiah: Penyerahan hadiah buat meimei kota Pemangkat 2020.Istimewa/PONTIANAKPOST

Festival Mooncake  Kukuhkan Gege Meimei 2020 di Pemangkat

Acaranya meriah. Meski tingkat Kecamatan Pemangkat. Festival Mooncake menjadi acara perdana. Dipelopori kaum milenial Pemangkat, yang ingin mengangkat budaya warisan Tionghoa. Apalagi, saat festival Mooncake juga digulirkan Penobatan Gege dan Meimei 2020.

FAHROZI – Pemangkat

HALAMAN vihara Tri Dharma Bumi Raya Pemangkat, Jumat (13/9) malam dipenuhi masyarakat. Mereka ingin menyaksikan Festival Mooncake 2019, yang merupakan agenda perdana. Sekaligus melihat penampilan Gege dan Meimei 2020 yang akan dinobatkan untuk selanjutnya dikirim ke Pontianak di ajang yang sama.

Rangkaian acara cukup meriah, walaupun dilaksanakan di tingkat Kecamatan Pemangkat. Dan ini menjadi acara perdana yang dipelopori kaum milennial Pemangkat, yang ingin mengangkat budaya, khususnya warisan budaya Tionghoa, yakni festival Mooncake dan Penobatan Gege dan Meimei 2020.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati Sambas bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dr I Ketut Sukarja, Camat Pemangkat, Slamet Riadi SH, Kapolsek, Danramil, Kepala Danposlantamal Pemangkat, Komandan Kompi. Hadir juga Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Drs Bujang Sukri Msi.

Festival Mooncake, diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari tarian barongsai, tarian persembahan dari pelajar, hingga atraksi beladiri kemudian penyerahan paket sembako kepada warga kurang mampu.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan sejarah terkait dengan asal muasal Kue Bulan (mooncake). Acara menjadi terlihat khidmat, ketika seluruh lampu di tempat kegiatan dimatikan. Kemudian semua yang hadir menyalakan lilin.

Acara dilanjutkan dengan penobatan Gege dan Meimei 2020. Tak hanya dari Kota Pemangkat dan Kabupaten Sambas.

Dalam acara itu, juga dipilih Gege Meimei Kota Singkawang. Layaknya kontes pemilihan putri Indonesia. Peserta yang ikut penobatan, sebelumnya juga mendapatkan materi serta dikarantina selama tiga hari.

Kemudian terpilihnya tujuh pasang gege dan meimei untuk selanjutnya mendapatkan penilaian dari tiga dewan juri di malam itu.

Tujuh pasang Gege dan meimei, juga diberikan pertanyaan oleh dewan juri. Kemudian dari jumlah itu, dipilih empat pasang selanjutnya dipilih juara gege meimei dari Sambas dan Kota Singkawang. Untuk Gege dan Meimei dari Kabupaten Sambas adalah Anna Marie dan Feri. Sedangkan untuk Gege Meimei Kota Singkawang jatuh pada Eligia dan Micheal.

Ketua Panitia festival mooncake 2019, Rendi Wijaya mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif kaum muda, dengan harapan anak-anak millennial ini mencintai budaya Tionghoa.

“Kami rangkul anak-anak millennial, dengan harapan sebagai generai penerus, mampu membangkitkan kecintaan terhadap budaya tionghoa,” kata Rendi.

Diharapkan, kegiatan ini terus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Agar ke depannya menjadi ajang rutin dan bisa membangkitkan wisata di Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang.

Ketua Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pemangkat, Atong memberikan apresiasi kepada anak muda Pemangkat, yang berani melaksanakan kegiatan ini. Sehingga sebagai kegiatan pertama, ini akan terus ada di tahun-tahun berikutnya.

“Kami sangat mengapresiasi anak muda, yang tegabung dalam millennial Kalbar yang telah berbahu membahu melestarikan budaya,” katanya.

Dirinya juga berharap, adanya kritik maupun saran demi kesempurnaan acara ini di tahun berikutnya. Sehingga meski dilevel kecamatan, namun gelegarnya bisa sampai ke internasional.

“Dan tentunya keberhasilan ini, ini berkat dukungan seluruh warga Pemangkat, dengan harapan ke depannya Pemangkat bisa menjadi destinasi wisata Sambas,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Drs Bujang Sukri Msi juga menyambut positif apa yang dilaksanakan anak-anak muda Pemangkat serta dukungan dari Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pemangkat dan pihak lainnya. “Apresiasi kepada kaum milenial, semua panitia adalah kaum milenial di Pemangkat. Perlu berbangga kaum muda bisa membuat even baru pertama kali dilaksanakan, meski baru

perdana tapi sudah setingkat kabupaten,” katanya.

Staf Ahli Bupati Sambas bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dr I Ketut Sukarja mengatakan Pemkab Sambas mendukung dilaksanakan kegiatan ini. Diharapkan, selanjutnya ini bisa menjadi agenda rutin, dalam memacu kepariwisataan di Kabupaten Sambas. (*)