Pertama Kali Ekspor Kratom ke Belanda Langsung dari Pontianak

EKSPOR LANGSUNG: Proses pelepasan ekspor kratom secara langsung dari Bandara Udara Internasional Supadio Pontianak tujuan Belanda di terminal Kargo Bandara Supadio Internasional Pontianak, kemarin. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

PONTIANAK – Untuk pertama kalinya ekspor kratom dilakukan secara langsung melalui Bandara Udara Internasional Supadio Pontianak. Tanaman herbal dengan nama latin Mitragyna speciose itu akan dikirim ke Belanda. Pengiriman kratom ke negara Uni Eropa itu dilakukan oleh PT. Borneo Titian Berjaya.

Isnainil Fahmi, owner PT Borneo Titian Berjaya mengatakan, ekspor kratom ini untuk pertama kalinya dikirim langsung dari Pontianak ke negara tujuan, Belanda.  “Ini ekspor perdana langsung dari Pontianak. Menggunakan maskapai Garuda Indonesia,” katanya, Selasa (28/9).

Fahmi mengungkapkan, pihaknya mendapatkan pesanan sebanyak 15,5 ton kratom dari negara kincir angin tersebut. “Untuk hari ini sekitar 550 kg, nanti akan dikirim secara bertahap,” terangnya.

Selain Belanda, kata Fahmi, pihaknya juga sedang menjajaki kemungkinan pasar di negara eropa lainnya, seperti Ceko, Slovakia, Polandia, dan Jerman.

“Kami sangat terbantu dengan terobosan yang dilakukan Bea Cukai dan Dinas Perdagangan Kalbar. Selain soal jalurnya, juga tentang kualitas produk. Karena kualitas produk ini menentukan harga. Ada harga, ada rupa sehingga nilai jual kratom ini bisa meningkat lagi. Harga kratom turun karena kualitasnya tidak dijaga,” paparnya.

Selama ini, kata dia, ekspor hanya dilakukan lewat terminal di luar Kalbar. Kali ini untuk pertama kalinya kratom Kalbar di ekspor dari tanah asalnya. Ekspor kratom langsung ini juga disaksikan jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat dan Pemerintah Daerah Kalbar, sekaligus dilakukan penyerahan dokumen atau surat keterangan asal atau COO barang yang diekspor.

Dalam kesempatan itu, Eko Darmawansyah, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri dan PKTN Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kalbar menyambut baik ekspor komoditas kratom ke Belanda. Menurut dia, hal itu membuktikan bahwa tanaman herbal asli Kalbar ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Dengan membuka jalur pengiriman langsung ke negara Eropa sangat bagus karena  standar mereka cukup tinggi. Masuk ke sana, tentu harga akan terdongkrak naik,” kata dia.

Menurut Eko, saat ini tidak sedikit pengusaha kratom yang mengeluh dengan anjloknya harga jual kratom di pasar internasional. Namun, setelah dilakukan penelitian, ternyata penyebab turunnya harga jual, dikarenakan mutu yang tidak terjaga.

Jadi, kata Eko, banyak penolakan, seperti di Amerika, yang berdampak pada turunnya harga jual kratom di sana. “Tapi dengan tembus ke pasar Eropa menjadi titik awal untuk melakukan penetrasi ke negara eropa lainnya. Tidak hanya Belanda, Polandia, dan Jerman, kami juga sudah berkoordinasi dengan atase perdagangan di masing masing negara, dan mereka menyambut baik,” bebernya.

Senada juga diungkapkan Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Kalbagbar, Agung Saptono. Pihaknya akan mendorong pengusaha kratom dari Kalbar agar dapat melakukan ekspor langsung dari Pontianak.

“Selama belum ada larangan, kami terbuka. Kami akan bantu. Jadi, masyarakat, petani maupun pelaku usaha silakan ekspor. Tidak perlu takut,” kata Agung.

Menurutnya,  kratom mendorong peningkatan ekonomi di Kalbar, apalagi di saat pandemi seperti sekarang. Permintannya di luar itu sangat tinggi karena kratom adalah herbal yang bisa menggantikan obat-obatan farmasi.

Agung menyayangkan, dari nilai devisa negara yang bersumber ekspor kratom tersebut, hanya 10 persen yang terdata di Pontianak. Artinya, lanjut Agung, terjadi ketimpangan terutama masalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan.

Maka dari itu, kata Agung, pihaknya mendorong pengusaha kratom di Kalbar untuk tidak khawatir melakukan ekspor langsung dari Pontianak.  “Kami dengan pemerintah daerah/pemprov akan kolaborasi meningkatkan ekspor kratom. Dan pelaku usaha tidak perlu takut karena kratom bukan barang illegal. Kami dari Bea Cukai siap membantu.” katanya.

Menurut Agung, selama ini, beberapa negara di dunia, seperti Amerika dan Eropa sangat terbuka menerima kratom dari Kalbar. Masyarakat,  pelaku usaha maupun petani yang ada di daerah Kalbar, sangat terbantu oleh tanaman kratom ini.

“Di pasar luar biasa harganya. Peluang cukup besar,” ujarnya. Agung mengatakan, Bea Cukai akan memfasilitasi ekspor langsung kratom dari Pontianak. Bahkan untuk itu Bea Cukai telah menyiapkan skema khusus. (arf)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!