Pertimbangan Sebelum Tanda Tangan Kontrak Kerja

Mendapatkan tawaran pekerjaan memang menjadi hal yang menyenangkan. Namun, jangan buru-buru menerima tawaran pekerjaan, bahkan langsung tanda tangan kontrak. Perhatikan dulu semua detailnya sebelum memutuskan bergabung ke sebuah instansi atau perusahaan.

Oleh : Siti Sulbiyah

Muhammad Ricky (27) senang ketika namanya terpilih menjadi salah pelamar yang diterima di Kementerian ATR/BPN Kantor Wilayah kalimantan Barat. Ia berhasil setelah melewati beberapa tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, tes tulis, tes praktik, hingga wawancara. Tak lama setelah pengumuman, ia disodorkan kontrak kerja.

“Isi didalam kontrak kerja sama pada kontrak kerja lain pada umumnya terdapat besaran gaji, jobdesk pekerjaan, jam kerja, peraturan pegawai serta masa berlaku kontrak,” ucapnya.

Ari Widiati, M.M,

Meski merasa mendapat pekerjaan yang pas karena sesuai dengan bidang keahlian dan pendidikan, namun ia tak buru-buru menandatangani kontrak kerja itu. Pria lulusan Universitas Tanjungpura ini mempelajari terlebih dahulu setiap detail kontrak kerja agar ia tahu gambaran pekerjaan yang nanti akan dilakoni, sekaligus memahami setiap hak dan kewajiban.

Setelah dirasa lega dengan setiap poin kontrak kerja, dia pun memutuskan untuk tanda tangan. Kini sudah dua tahun ia melakoni pekerjaannya di instansi tersebut.

“Yang menjadi poin utama untuk menandatangani kontrak kerja adalah besaran gaji yang saya rasa cukup sesuai dengan jobdesk pekerjaan yang akan dilakukan pada kontrak kerja yang saya terima,” pungkasnya.

Kontrak kerja adalah kontrak yang ditandatangani antara seorang karyawan dengan pemberi kerja atau serikat pekerja. Dengan surat perjanjian kerja, artinya menetapkan adanya hak dan tanggung jawab kedua pihak, yakni pekerja dan perusahaan.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Pontianak, Ari Widiati, M.M, menilai perlu membaca secara detail dan memahami isi kontrak kerja sebelum ditandatangani. Sebab apabila telah ditandatangani, penerima kerja sudah dianggap paham dan setuju dengan keseluruhan isi kontrak kerja tersebut.

“Memahami isi kontrak kerja itu untuk mengantisipasi apabila ada hal-hal yang belum jelas di awal atau mungkin tidak disebutkan,” ungkapnya.

Sekretaris Prodi Manajemen Bisnis Syariah IAIN Pontianak ini menyebutkan ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum menandatangani kontrak kerja. Salah satunya adalah kewajiban dalam pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuan dan kemampuan si penerima kerja. Penerima kerja diharapkan teliti terhadap detail tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan. Jangan sampai beban kerja tidak sesuai dengan deskripsi pekerjaan di kontrak.

Pertimbangan selanjutnya, kata dia, adalah gaji atau insentif dan bonus. Tidak dapat dipungkiri bahwa bekerja untuk memperoleh gaji, sehingga faktor ini merupakan salah satu pertimbangan paling penting sebelum menerima tawaran kerja.

Selanjutnya adalah adanya pemenuhan hak pekerja. “Seperti mendapatkan hak cuti seperti  melahirkan, jam kerja yang sesuai dengan aturan pemerintah dan pembayaran lembur, serta adanya hak menjalankan ibadah,” paparnya.

Pemenuhan hak pekerja itu dinilainya sangat penting karena sesuai dengan aturan pemerintah yang harus dipatuhi perusahaan atau instansi. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah pekerjaan yang dijalankan itu tidak bertentangan dengan hukum.

“Dikatakan melanggar aturan hukum, adalah yang merugikan pekerja dan tidak sesuai dengan hak asasi manusia,” ucapnya.

Lantas bagaimana jika kontrak kerja tidak dipahami dengan benar oleh penerima kerja? Menurut Ari, apabila hal itu terjadi, maka akan sulit bagi pekerja untuk mengatasi persoalan hak dan kewajibannya apabila ada masalah dikemudian hari.

“Risikonya adalah jika ada permasalahan maka akan sulit diatasi. Maka sebaiknya antisipasi dahulu dengan memahami isi kontrak kerja,” pungkasnya. **

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!