Perusahaan Kurangi Karyawan

Asmadi

DI masa pandemi Covid-19 saat ini banyak badan usaha maupun perusahaan di Kota Singkawang yang sementara ini mengurangi jumlah karyawan dan tenaga kerja. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja (PMTK) Kota Singkawang Asmadi di ruang kerjanya, baru-baru ini.

“Dampak pandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama 1 tahun di Indonesia, membuat sejumlah perusahaan harus melakukan pengurangan karyawan, membatasi jam operasional, bahkan tutup sementara khususnya di Kota Singkawang. Faktor ini yang tidak bisa kita hindari, mau tidak mau agar mereka (badan usaha) masih tetap bisa beroperasional di masa pandemi Covid-19 yaitu dengan cara menekan jumlah karyawan,” kata Asmadi.

Selain itu, menurut dia, ada karyawan yang sengaja dirumahkan, kemudian ada yang tetap bekerja dengan gaji separuh, bahkan ada karyawan yang di PHK. “Sehingga hal ini mengakibatkan jumlah pengangguran di Kota Singkawang menjadi meningkat,” tuturnya.

Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan pada sektor tenaga kerja. Namun, Pemkot dipastikan dia tidak berdiam diri menyikapi hal tersebut.

“Kita di pemerintahan terus melakukan terobosan-terobosan, terlebih Pemerintah Pusat telah menerbitkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” ungkapnya. Dengan dikeluarkannya Peraturan Pelaksana (PP) Nomor 5 dan 6 tentang Penyelenggaraan Perizinan Usaha Berbasis Resiko, di mana dalam PP ini diberikan kemudahan-kemudahan, agar UMKM tetap eksis dalam kondisi apapun.

“Artinya UMKM diharapkan mampu bertahan di dalam kondisi apapun. Jadi ini adalah merupakan upaya-upaya yang kita lakukan di pemerintah guna menyikapi pelaksanaan dari regulasi tersebut, yaitu dengan cara memberikan kemudahan dalam perizinan usaha,” jelasnya.

Dia berharap, dengan pelaku UMKM mengantongi izin tersebut, ada kerja sama dengan pihak perbankan, sehingga mereka mendapatkan modal usaha untuk membuka usaha. Sementara dari Pemkot sendiri, menurut dia, juga ada UPT Loka Karya Latihan Kerja (LLK). Keberadaan LLK ini diharapkan dia menjadi pusat latihan atau diklat bagi pencari kerja.

“Di LLK ada program untuk bengkel, las, listrik, tata boga, menjahit dan sebagainya,” tuturnya. Keberadaannya, menurut dia, merupakan salah satu upaya Pemkot menekan angka pengangguran di Kota Singkawang. “Karena dengan dibekali keterampilan melalui program pelatihan tersebut mereka bisa membuka lapangan kerja sendiri. Minimal dia bisa bekerja dengan orang lain melalui keterampilan yang didapatkan,” katanya.

Pemkot ditegaskan dia, juga terus mencari terobosan-terobosan lain, agar iklim investasi di Kota Singkawang dapat terus tumbuh dan berkembang walaupun ada regulasi yang baru mengenai perizinan. (har)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!