Perwati Kalbar Bagikan Paket Sembako di Kampung KB Bentasan

IMLEK : Perwati Kalbar Bagikan 100 Paket sembako di Kampung KB Bentasan, Selasa (14/1).

Perkumpulan Wanita Tionghoa (Perwati) Kalbar melaksanakan kegiatan berbagi paket sembako dalam rangka Imlek 2571/ 2020 M kepada masyarakat Kampung Keluarga Berencana di Bentasan, Kelurahan Tanjung Hulu, Pontianak Utara.

Paket yang dibagikan pada Selasa (14/1) ini merupakan salah satu bentuk partisipasi Perwati Kalbar sebagai anggota PWG Kalbar dari unsur organisasi masyarakat. Sebanyak, 100 paket sembako ini dibagikan kepada warga yang merayakan Imlek di kawasan tersebut.

Linda Ango, Ketua Perwati Kalbar mengatakan berharap pembagian paket ini dapat bermanfaat terutama dalam menyambut perayaan Imlek. “Jangan dinilai besar kecil paket Imlek ini, namun, ini bentuk kepedulian kami kepada mereka yang akan merayakan Imlek. Semoga Paket ini bermanfaat bagi yang menerimanya,” ulas dia.

Saat pembagian paket dihadiri Aida Mochtar Ketua PWG Kalbar, Darmanelly Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, dan lurah setempat, Ketua Yayasan, dan masyarakat Kampung KB Bentasan.

Ketua PWG Kalbar, Aida Mochtar menjelaskan bahwa PWG (Province Working Group) melakukan pendampingan terhadap DWG di 14 Kabupaten Kota di Kalbar terkait Kampung KB, salah satu dari program BKKBN. Perwati merupakan bagian dari PWG dari unsur organisasi masyarakat yang turut aktif dalam program-program Kampung KB.

Pihaknya mengapresiasi semangat dan kepedulian Perwati Kalbar dalam gerakan sosial berbagi dalam perayaan hari besar keagamaan. Apalagi bantuan ini menyasar pada warga yang ada di Kampung KB yang akan merayakan Imlek.

“PWG ini terdiri dari unsur pemerintahan, juga ada dari unsur kemasyarakatan, salah satunya Perwati ini,” ungkap dia.

Menurut Aida, Kampung KB di Kampung Bentasan merupakan salah satu dari enam kampung KB yang ada di Pontianak. Berbagai kegiatan dilakukan, terutama dalam mengedukasi masyarakat yang disesuaikan dengan kelembagaan maupun organisasi masing-masing. “Misalnya pemberdayaan perempuan, maka mengedukasi masyarakat sesuai dengan bidangnya,” Pungkas dia. (mrd))

Read Previous

Sinergisitas PLN-TNI Dorong Percepatan Pembangunan Kelistrikan di Kalbar

Read Next

Harga Sayuran Naik Hingga 100 Persen



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *