Peserta JKN-KIS Asal Sintang Akui Dapat Pemeriksaan Kesehatan Rutin Gratis Setiap Minggu

Peserta JKN-KIS asal Sintang, Akoran (62 tahun) berfoto memegang kartu BPJS Kesehatan miliknya usai menceritakan keaktifannya mengikuti Prolanis, Sabtu (1/10). (ISTIMEWA/PONTIANAK POST)

SINTANG- Bagi penderita hipertensi, mereka diwajibkan untuk melakukan kontrol kesehatan dan menjaga pola makan, karena jika abai, akan banyak penyakit yang akan datang ke tubuh yang tidak sehat. Tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa dan juga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, bahkan kematian.

Salah satu penderita hipertensi itu adalah Akoran (62), pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sintang sebagai tempat mengabdi terakhirnya sebelum purna tugas. Akoran merupakan peserta JKN-KIS kelas I dari segmen Bukan Pekerja (BP) pensiunan PNS.

Akoran memanfaatkan kepesertaannya di jaminan kesehatan ini untuk selalu rutin memantau kondisi tekanan darah sekaligus memelihara kesehatannya dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari BPJS Kesehatan. Ia mengaku setiap minggu selalu melakukan kontrol kesehatan setiap minggu kepada dokter sesuai dengan JKN-KIS miliknya.

“Setiap minggu kami kontrol kesehatan, mengingat kondisi seperti ini bila tidak diperhatikan benar-benar membahayakan fisik,” ujar pria paruh baya ini.

Akoran juga mengatakan setiap hari Sabtu pagi, ia bersama peserta Prolanis lainnya selalu berkumpul untuk diperiksa tekanan darahnya oleh dokter. dilanjutkan dengan senam bersama serta dilakukan pemeriksaan gula darah setiap sebulan sekali.

“Setiap Sabtu pagi kami di melakukan senam jantung sehat, sebelum senam, semua peserta prolanis diperiksa darah terlebih dulu. Sekedar info saja bahwa untuk pemeriksaan gula darah juga dilakukan setiap sebulan sekali, sedangkan senam dan tensi darah itu seminggu sekali,” ujarnya.

Melihat manfaat yang dirasakannya, Akoran menanggapi positif dengan adanya kegiatan Prolanis.

“Jujur saja saya sangat bersyukur atas kepedulian BPJS Kesehatan terhadap orang-orang yang menderita hipertensi agar selalu hidup dengan tenang dan menjaga kesehatan secara teratur,” ungkap Akoran.

Akoran pun mengakui bahwa sebelum menjadi peserta Prolanis, ia tidak begitu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter. Sehingga kondisi fisiknya pun semakin menurun, namun ketika mengikuti program ini melalui semua baik makan dan obat-obatannya pun terkontrol dengan baik.

“Dulu kalau berobat seadanya saja, dirasa kumat baru baru berobat, nah kalau sekarang sudah lebih teratur dan terkontrol baik pola hidup sehat, makanan dan obat-obatan,” tutupnya. (FR/ris)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!