Petani Basmi 333,5 Kilogram Hama Keong Emas

HAMA KEONG: Para petani Poktan Semangat Baru Desa Nusapati, usai melakukan pengendalian hama keong emas, Minggu (12/7) pagi. ISTIMEWA

Poktan Semangat Baru Lakukan Pengendalian Padat Karya

SUNGAI PINYUH – Kelompok Tani (Poktan) Semangat Baru, Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh menggelar kegiatan gerakan pengendalian padat karya, Minggu (12/7) pagi. Dalam kegiatan itu, petani melakukan pembasmian hama keong emas secara manual dan penyemprotan racun kimia. Dalam kegiatan tersebut, mereka berhasil membasmi 333,5 kilogram keong emas.

Kegiatan yang melibatkan puluhan petani Poktan Semangat Baru Desa Nusapati itu dihadiri oleh DPKPP Mempawah, Kepala Desa, dan BPD Nusapati serta koordinator PPL dan POPT Kecamatan Sungai Pinyuh.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi petani untuk melakukan pengendalian terhadap hama di areal persawahannya. Bukan hanya jenis keong emas saja, melainkan juga hama lain yang dapat mengganggu tanaman padi,” ucap Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Mempawah, M Taufik.

Taufik berpesan kepada para petani agar selalu menjaga kekompakan dan kerja sama yang baik, untuk melakukan pengendalian hama penyakit. Dengan kekompakan serta kerja sama yang baik, dia yakin pengendalian hama dan penyakit berlangsung maksimal.

“Jika pengendalian hama penyakit bisa optimal, maka hasil panen pun akan lebih baik. Sebab, salah satu kunci keberhasilan kelompok tani meningkatkan hasil produksiya melalui kebersamaan, kekompakan, dan kerjasama yang baik antar seluruh anggota kelompok tani itu sendiri,” pendapatnya.

Sementara itu, Ketua Poktan Semangat Baru, Abdurahman, berharap melalui kegiatan pengendalian hama penyakit tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil panen padi Poktan Semangat Baru, Desa Nusapati. “Dengan pengendalian ini, mudah-mudahan produksi padi bisa lebih meningkat dibandingkan musim panen sebelumnya. Kami sudah pernah panen raya dengan hasil 6,5 ton perhektare. Ke depan, kami ingin bisa mencapai 8 – 9 ton perhektare,” harapnya.

Karena itu, Abdurahman mengharapkan dukungan dan dorongan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Mempawah, untuk pengembangan sektor pertanian khususnya Poktan Semangat Baru, Desa Nusapati. “Kami minta peran aktif Pemprov Kalbar dan Kabupaten Mempawah untuk membantu petani mengatasi persoalan hama tanaman padi. Jika persoalan ini bisa diatasi dengan baik, kami optimis bisa meningkatkan hasil panen,” pendapatnya.

Saat ini, lanjut Abdurahman, petani Poktan Semangat Baru telah menerapkan dua kali panen dalam setahun yakni pada musim rendengan dan gadu. Saat ini diungkapkan dia bahwa para petani sedang menghadapi musim gadu. Namun, diakui dia juga bahwa para petani mengalami serangan hama keong emas akibat lahan pertaniannya tergenang air.

“Semoga upaya pengendalian hama yang kami lakukan ini dapat menjadi contoh bagi petani lain di Kecamatan Sungai Pinyuh bahkan Kabupaten Mempawah dalam upaya meningkatkan hasil produksi panen padi,” tukasnya. (wah)

loading...