Petani Cabai Sambas Mengeluh ke Komisi II, Tengah Panen, Stok Luar Banyak Masuk

PONTIANAK—Kebutuhan Bahan Pokok Penting (Bapoktin) menghadapi Idul Fitri 1441 Hijriah ternyata tersedia. Itu dikatakan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, H Affandie AR baru-baru ini seusai berdiskusi dengan tim Ketahanan Pangan Kalbar.

“Menghadapi Lebaran, sepertinya ketersediaan Bapoktin cukup banyak. Kami (Komisi II) sudah melakukan pengecekan ke lapangan,” katanya baru-baru ini di Pontianak.

Meski demikian, untuk kebutuhan tananaman sayur mayur juga ada keluhan. Para petani cabai di Kabupaten Sambas contohnya mengeluhkan banyaknya si pedas kecil yang masuk ke Kalbar.

“Mereka (petani) sedang panen dan jumlahnya cukup banyakk. Namun barang masuk dari luar ternyata banyak dan didatangkan semacam perusahaan daerah atau pemerintah yakni sekitar 10 ton. Makanya petani mengeluh karena jumlah yang mereka panen cukup melimpah,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat Kalbar ini menambahkan bahwa seandainya cabai tetap didatangkan pemeritah dari luar Kalbar, jelas-jelas merugikan para petani. Asumsinya yakni cabai yang didatangkan harga belinya dari petani Rp20 ribu. Di pasaran bisa dijual sekitar Rp25-30 ribu. Itu karena biaya transportasinyah disubsidi pemerintah,” ucapnya.

Artinya kembali, sambung dia, jika petani menjual dengan harga jual maksimal Rp15 ribu, di pasaran jatuhnya sekitar Rp30 ribu. Tetap saja merugikan petani. ”Ini harusnya ditangapi pemerintah,” tukasnya.

Oleh karena itu, sambungnya, dia meminta pembinaan berkelanjutan juga dari Pemprov Kalbar bidang holtikultura pada Dinas Pertanian tetap dilakukan. Tidak boleh petani disuruh bertanam tetapi hasilnya tidak diharapkan.

”Intinya janganlah petani disuruh menanam. Namun ketika giliran panen, ada barang didatangkan dari luar,” tukas dia.

Gula Masih Mahal

Di sisi lain, anggota DPRD Kalbar dari Dapil Kubu Raya-Mempawah ini menyebutkan bahwa stok gula memang mencukupi di pasaran. Tidak lagi terjadi kelangkaan seperti-seperti sebelumnya. Hanya saja harganya masih mahal berkisar antar Rp15-17 ribuan per 1 kilogram. Bahkan masih ada yang menjual harga di atas Rp17 ribuan. “Sepertinya stok bulog belum mampu menstabilkan harga gula itu sendiri,” ucapnya.(den)

loading...