Petrus Batal Ambil Formulir

BATAL MENDAFTAR: Petrus yang mendatangi DPC Partai Gerindra Bengkayang, Jumat (25/10) siang lalu. ISTIMEWA

BATAL MENDAFTAR: Petrus yang mendatangi DPC Partai Gerindra Bengkayang, Jumat (25/10) siang lalu. ISTIMEWA

Pilkada Serentak 2020

BENGKAYANG-Petrus SA, SH, mantan Seknas dan anggota Dewan Pembina BPN (Badan Pemenangan Nasional 02) Kalimantan Barat, serta Caleg DPR RI Partai Gerindra Dapil I Kalbar akhir memutuskan untuk batal mengambil formulir pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Bengkayang di partai Gerindra.

Salah satu alasannya, yakni menolak adanya biaya pengambilan formulir pendaftaran sebesar Rp500 ribu per calon, serta biaya pengembalian formulir sebesar Rp3 juta per calon. Padahal, katanya, tidak demikian.

“Partai lain, seperti DPC PDIP Bengkayang dan DPD Partai NasDem Bengkayang yang juga sudah membuka pendaftaran, semuanya gratis. Namun kenapa DPC Partai Gerindra Kabupaten Bengkayang harus pakai biaya,’’ kata Petrus lagi.

Sedangkan, kata Petrus lagi, sesuai ketentuan pada Pasal 47 ayat 1,2,3,4 dan 5 UU No.10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, yang melarang Parpol/Gabungan Parpol untuk menerima imbalan dalam bentuk apapun pada proses pencalonan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/wakil Walikota.

‘’Jadinya kan ndak lumrah kalau kemudian ada penarikan sejumlah biaya untuk pendaftaran calon bupati dan wakil bupati. Ditambah dengan pengembalian formulir yang jumlahnya mencapai Rp3 juta, calon wakil Rp2 juta,’’ imbuhnya lagi. Hal itu yang menjadi alasan dia untuk menarik diri dari pendaftaran di DPD Gerindra kabupaten Bengkayang. Disamping, dia juga menginginkan sebuah politik yang bersih, untuk ke depannya. Kalau awal-awalnya seperti ini, katanya, dia menyangsikan ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi. (ing)

Read Previous

Perpres 63 tahun 2019: Revitalisasi Bahasa Indonesia

Read Next

Program yang Berikan Manfaat ke Masyarakat