Petrus Kembali Kawinkan Gelar

Honda dbl

CHAMPION: Tim basket putra dan putri SMA Santu Petrus berhasil mengawinkan gelar di Honda DBL West KalimantanSeries 2019.

SMA Santu Petrus Pontianak kembali berhasil mengawinkan gelar juara Hond DBL West Kalimantan Series 2019, Sabtu malam (9/11). Gelar tersebut didapat setelah di kategori putra, SMA Santu Petrus berhasil mengalahkan SMA Santo Paulus dengan skor 52-93. Sedangkan dikategori putri, SMA Santu Petrus berhasil mengalahkan SMA Negeri 2 Pontianak, dengan skor 23-81. Ini menjadi gelar ke-9 bagi SMA Santu Petrus.

Di kategori putra, laga berjalan sengit sejak menit pertama, jual beli serangan dan kejar mengejar angka terjadi diawal kuarter pertama. Bahkan Paulus sempat menyamakan kedudukan menjadi 09-09. Namun skor itu tak berlangsung lama. Mendekati akhir permainan, Paulus seakan kehilangan konsentrasi yang menyebabkan Petrus semakin menjauh. Hingga kuarter pertama berakhir, SMA Santu Petrus memimpin dengan skor 12-25.

Memasuki kuarter kedua, dominasi Petrus kembali terjadi. Tembakan tiga angka dari Willy Hansen membuat skor semakin menjauh 12-28. Namun SMA Santo Paulus yang tertinggal poin cukup banyak berupaya menyerang.

Rapatnya barisan pertahanan Petrus membuat serangan itu lebih sering gagal daripada menghasilkan poin. Paulus sempat memperkecil skor menjadi 21-38, akan tetapi dua poin itu langsung dibalas pemain Paulus yang juga menjadi poin terakhir di kuarter kedua ini. Dua poin itu mengubah skor menjadi 21-40.

Unggul 19 poin membuat Santu Petrus memasuki kuarter ketiga dengan percaya diri. Di awal kuarter ketiga ini, Petrus melesat dalam perolehan angka 25-52. SMA Santu paulus mulai mengejar dan mengikis ketertinggalan menjadi 34-54 melalui Afin. Akan tetapi SMA Santu Petrus kembali menjauh menjadi 40-63 melalui tembakan tiga angka dari Willy. Kuarter ketiga ini berakhir dengan skor 42-65 untuk keunggulan SMA St Petrus.

Di kuarter terakhir, rotasi pemain menjadi kunci kemenangan dari Petrus. Mereka mulai memasukan pemain pengganti ke lapangan. Akan tetapi, meski pemain lapis kedua yang dominan dalam line up, kualitas permainan Petrus tidak banyak berubah. Mereka tetap menjaga margin poin yang berulang kali dikejar pemain Paulus.

Di kuarter akhir, SMA Paulus tertinggal 41 poin atau dengan skor 52-93. Angka ini pun memastikan Petrus kembali menjadi raja di gelaran Honda DBL West Kalimantan Series 2019 sekaligus mengawinkan gelar yang diperoleh oleh srikandi SMA Santu Petrus untuk yang ketiga kalinya.

Pelatih SMA Santu Petrus Ariandika menekankan anak asuhnya untuk menikmati permainan sejak awal, karena kebanyakan dari anggota tim sudah menginjak kelas tiga. “Jadi saya bilang disetiap time out untuk menikmati game ini, karena tujuh diantaranya adalah kelas tiga, jadi ini kejuaraan terakhir mereka di Honda DBL masa SMA,” ungkap dia.

Lebih lanjut, ia mengutarakan gelar ke-9 kali ini menjadi semakin berat kedepannya, karena untuk mempertahankan gelar tersebut bukan hal yang mudah. “Tim ini saja kita setiapkan sejak tahun lalu. Untuk regenerasi sendiri kita sudah berjalan. Untuk kelas 11 kita masih ada 11 orang, dan kelas 10 kita ada 15 orang. Jadi kita lihat mana yang lebih berpotensi untuk Honda DBL musim depan,”tandasnya.

Di kesempatan yang lain, pelatih SMA Santo Paulus, Felix Riandy mengungkapkan anak asuhnya sudah bermain habis-habisan, “Kita akui petrus lebih baik, dari segi postur memang kita sudah kalah, namun anak-anak bermain habis-habisan,ungkap Felix

Felix mengatakan tidak kecewa dengan permainan anak asuhnya. karena sudah fight dan tidak menyerah hingga akhir, meskipun sepanjang laga selalu ketertinggalan poin. “Mereka tidak menyerah dan terus berjuang hingga akhir laga,”katanya.

Tempo Cepat

Sementara dipertandingan putri, lagi-lagi Petrus mendominasi pertandingan dari lawannya. Petrus memulai laga dengan tempo cepat sejak menit pertama berjalan. Belum sampai satu menit, Petrus sudah berhasil mencetak angka. Keadaan ini terus berlanjut, yang pada akhirnya SMA negeri 2 berhasil mencetak satu poin melalui kaptennya.

Diakhir kuarter pertama Petrus sempat kesulitan menembus pertahanan dari SMA negeri 2 Pontianak. Justru SMA 2 yang berhasil mencuri poin berkat free throw karena pelanggaran di kotak. Kuarter pertama ditutup dengan skor 8-21 untuk keunggulan Petrus.

Di kuarter kedua, permainan sepenuhnya dikuasai oleh Petrus, hanya dipenghujung kuarter SMA negeri 2 Pontianak berhasil memperkecil angka lewat free throw, skor 10-44 untuk keunggulan Petrus.
Di kuarter ketiga gemuruh penonton yang memadati GOR Perbasi membuat tempo permainan menjadi lebih cepat, alhasil SMA negeri 2 Pontianak kewalahan, skor 16-68 di akhir kuarter ketiga.

Di kuarter terakhir, SMA Negeri 2 Pontianak seperti bermain dengan nothing to lose, skor akhir 23-81untuk kemenangan SMA Santu Petrus. Hal ini membuat mereka berhasil mempertahankan gelar juara.
Pelatih SMA Santu Petrus Eka Bagus menuturkan, di laga final kali ini kuncinya menjaga konsisten baik defense maupun offense. “Saya sudah tekankan kemaren untuk laga beratnya pada saat laga semifinal, di laga final kita hanya menjaga konsisten,” ungkapnya.

Sementara itu, pembina ekskul basket SMA Negeri 2 Pontianak, Jaka mengatakan capaian SMA Negeri 2 Pontianak kali ini sangat luar biasa meskipun kalah di babak final. “Kita juga tidak sangka sampai sejauh ini, terutama kategori putri. Hal ini berbanding lurus dengan proses yang dijalani oleh anak-anak, yang latihan siang dan malam,” ucapnya.

Ia mengatakan, kedepannya SMA Negeri 2 Pontianak akan meregenerasi dengan cara melihat bibit kelas 10. Tak hanya itu, dirinya mengungkapkan pihak sekolah akan menggelar kejuaraan tingkat SMP, yang mana nantinya bibit atlet yang bagus akan direkomendasikan ke kepala sekolah untuk bersekolah di SMA Negeri 2 Pontianak.

“Seperti SMA Santu Petrus yang menyiapkan atlet sejak SMP bahkan SD. Dibandingkan dengan SMA Negeri 2 Pontianak yang baru memulai dari nol untuk mengenal basket di SMA. Pihak sekolah juga mensupport sekali bagi anak-anak yang punya potensi dan bakat,” pungkasnya. (var)

Read Previous

Wali Kota Dukung Karate Jadi Ekstrakurikuler di Sekolah

Read Next

Lima Rumah Terbakar, Ibu Tewas Terpanggang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *