Petugas Geledah Lapas, ­Temukan Sajam dan Alat Isap Sabu

BARANG TERLARANG: Hasil penggeledahan kamar warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Pontianak, Rabu (7/4). Sejumlah barang terlarang yang ditemukan langsung dimusnahkan.

PONTIANAK – Petugas pemasyarakatan kembali melakukan penggeledahan kamar warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Pontianak, Rabu (7/4). Meski tidak menemukan alat komunikasi, petugas menemukan barang-barang terlarang, seperti senjata tajam dan peralatan isap sabu.

Penggeledahan itu dilakukan usai apel siaga pengamanan menjelang Ramadan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Barat, Suprobowati.

Penggeledahan oleh petugas pemasyarakatan dilakukan di seluruh blok dan kamar warga binaan Lapas Kelas 2A Pontianak. Barang-barang yang disita langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.

Suprobowati, mengatakan, setelah dilakukan apel siaga, dirinya sengaja meminta kepada petugas pemasyarakatan untuk melakukan penggeledahan di seluruh kamar warga binaan.

Hal itu dilakukan karena dari informasi yang diperoleh pihaknya, masih ada saja warga binaan yang terlibat/mengendalikan peredaran narkoba. Penggeledahan dimaksudkan untuk menyita barang-barang yang digunakan untuk melakukan komunikasi menyangkut transaksi narkoba.

Dari hasil penggeledahan itu, lanjut dia, tidak ditemukan alat komunikasi. Namun ditemukan barang-barang terlarang lain seperti senjata tajam dan peralatan untuk mengonsumi narkoba. Seluruh barang sitaan langsung dimusnahkan.

“Tentu harapannya dari penggeledahan yang dilakukan secara dadakan atau rutin dapat membuat Lapas Kelas 2A Pontianak bersih dari peredaran narkoba,” kata Suprobowati, ditemui usai kegiatan.

Ia meminta seluruh petugas pemasyarakatan di Kalbar untuk profesional dalam menjalankan tugas dan tidak berpihak agar dapat mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang .

“Petugas penjaga pintu satu jangan sampai lengah memeriksa barang yang masuk. Meski kendala kami saat ini tidak didukung peralatan. Pemeriksaan masih dilakukan secara manual,” sambungnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas 2A Pontianak, Farhan Hidayat, mengatakan masih adanya barang terlarang di dalam lapas merupakan akibat dari kelengahan jajarannya. Temuan itu harus menjadi evaluasi agar seluruh petugas benar-benar dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik.

“Untuk alat komunikasi sudah bersih. Tinggal barang-barang terlarang lainnya yang menjadi pekerjaan rumah untuk dituntaskan,” kata Farhan.

Berangkat dari hasil penggeledahan ini, ia meminta seluruh jajarannya untuk lebih menyeluruh dan teliti dalam menggeledah kamar warga binaan di kemudian hari. “Di lapas ini kami melakukan penggeledahan secara rutin dan dadakan. Penggeledahan dilakukan terhadap kamar warga binaan yang aktivitasnya mencurigakan,” pungkasnya. (adg)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!