Pimpinan BI Berganti, Midji Berharap Program UMKM Dilanjutkan

DIABADIKAN: Deputi Gubernur BI Sugeng (tengah) bersama Kepala KPw BI Kalbar Agus Chusaini (dua dari kanan), Prijono (paling kiri) dan pejabat BI berfoto bersama usai prosesi pengukuhan, kemarin.ARISTONO/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Pimpinan Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat berganti, ditandai dengan acara pisah sabut di Aula KPw BI Kalbar, Jumat (21/2). Kepala KPw BI Kalbar yang sebelumnya dipimpin Prijono, kini beralih kepada Agus Chusaini.

Deputi Gubernur BI Sugeng mengatakan pergantian ini merupakan langkah yang penting dan strategis. “Langkah ini merupakan bagian dari transformasi Bank Indonesia, guna mewujudkan visi Bank Indonesia yaitu menjadi Bank Sentral yang berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia dan terbaik diantara negara emerging markets,” ujarnya.

Kepada Prijono dia mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas segala kontribusi yang telah diberikan. Prijono juga menempati jabatan barunya, yakni Pj Kepala Grup Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah. Sejatinya, kata dia, pelantikan Agus sudah dilaksanakan pada 9 Januari 2020 lalu di Jakarta. Bersamaan dengan pelantikan 44 pimpinan satuan kerja BI lainnya di seluruh Indonesia dan kantor perwakilan luar negeri.

“Menindaklanjuti pelantikan dan serah terima jabatan yang telah dilakukan tersebut, pada kesempatan pagi hari ini Bank Indonesia menyelenggarakan upacara pengukuhan, sekaligus memperkenalkan Kepala Kantor Bank Indonesia Kalimantan Barat yang baru, kepada seluruh stakeholder Bank Indonesia di Kalimantan Barat yang meliputi 14 kabupaten/kota,” papar dia.

Dia juga memaparkan soal transformasi yang diinisiasi Bank Indonesia terdiri dari 3 bagian besar, yaitu Transformasi Kebijakan, Transformasi Organisasi, dan Transformasi SDM & budaya kerja. Dalam konteks suksesi kepemimpinan di kantor perwakilan merupakan bagian dari transformasi organisasi SDM guna memperkuat peran dan fungsi Bank Indonesia di daerah. Hal tersebut penting, karena BI di daerah memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam mendukung perkembangan perekonomian di wilayah masing-masing.

“Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa kantor perwakilan Bank Indonesia di daerah dapat berkontribusi secara positif dan optimal, serta mampu menjalankan tugas dan fungsi BI sesuai mandat undang-undang, maka pemilihan figur pimpinan telah melalui proses penyaringan yang sangat ketat. Dalam kaitan ini, Dewan Gubernur memandang bahwa Agus Chusaini merupakan pilihan terbaik saat ini untuk memimpin KPw BI Kalbar,” imbuh dia.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji menyebutkan selama ini BI telah banyak berperan aktif dalam pengendalian inflasi dan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi. “Hubungan yang intens sudah berjalan dengan baik. BI melalui inkubator bisnisnya dalam membina UMKM di Kalbar sangat bagus. Sehingga UMKM di Kalbar ikut maju karena pengelolaan dan manajemen baik pula,” jelas dia.

Dia terus meminta BI Kalbar di bawah kepemimpinan yang baru untuk terus mempertahankan prestasi yang ada. Apalagi saat ini kota yang menjadi fokus perhitungan inflasi atau IHK di Kalbar bertambah menjadi tiga. “Sintang menyusul Kota Pontianak dan Singkawang sebagai kota yang dipantau tingkat inflasinya. Nah, itu harus betul – betul dimaksimalkan pengendaliannya agar inflasi Kalbar tidak tinggi. Sejauh ini Sintang sebagian memang kebutuhan masih dari luar dan ritme inflasi belum tahu. TPID ini harus pantau,” pungkasnya. (ars)

loading...