PLBN Aruk Sebagai Pusat Perekonomian Sambas

KOORDINASI: Kanwil DJKN Kalimantan Barat melakukan koordinasi dengan Pemkab Sambas dan Bappeda Provinsi Kalbar. IST

PONTIANAK–Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Barat Edward UP Nainggolan beserta Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara Darnadi melakukan kunjungan ke Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dalam rangka optimalisasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk sebagai pusat perekonomian Sambas.

PLBN Aruk sebagai proyek strategis nasional yang telah dibangun sangat megah didirikan di atas tanah seluas 262.063 m2 yang terdiri dari zona sub inti berupa bangunan utama PLBN, bangunan pemeriksaan terpadu, bangunan gudang sita, carwash, check point, serta hardscape dan landscape kawasan.

Di zona pendukung telah didirikan rest area Aruk yang terdiri dari bangunan Wisma Indonesia, masjid, gereja, pasar modern dan foodcourt sebagai infrastruktur pendukung PLBN Aruk.

Edward UP Nainggolan mengatakan bahwa PLBN Aruk dapat dimanfaatkan untuk peningkatan perekonomian dan pariwisata Kabupaten Sambas. Bangunan Wisma Indonesia yang merupakan salah satu infrastruktur pendukung di PLBN Aruk perlu segera dimanfaatkan. Di dalam Wisma Indonesia tersebut terdapat sekitar 70 unit kamar dan aula yang dapat digunakan untuk penginapan, kegiatan rapat, acara pernikahan dan kegiatan lainnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan bahwa PLBN Aruk bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kabupaten Sambas. “Pasar modern yang telah dibangun perlu dioptimalkan dengan diisi produk-produk lokal dan produk UMKM masyarakat sekitar Sambas,” ujar Bang Midji, panggilan akrab Gubernur Kalbar. “Secara tidak langsung hal ini dapat berdampak pada perekonomian masyarakat sambas,” tambahnya.

Midji melanjutkan, seharusnya infrastruktur yang sudah dibangun bisa dioptimalkan Pemda setempat seperti Wisma Indonesia bisa digunakan untuk kegiatan rapat pemerintahan yang sekaligus dapat meramaikan rest area tersebut. “Potensi wisata Aruk yang sangat besar perlu dieksplorasi sebagai langkah menarik wisatawan lokal maupun Malaysia,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Edward akan menginventarisir permasalahan yang ada di PLBN Aruk dan solusinya sehingga pemanfaatan PLBN Aruk untuk perekonomian Sambas dapat terwujud. (r/*)

error: Content is protected !!