Pohon Besar Timpa 14 Petani, Empat Tewas, Dua Luka-luka

TEWAS: Empat warga Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Mempawah tewas tertimpa pohon, Kamis (1/10). Jenazah ketiganya disemayamkan di Balai Dusun setempat. ISTIMEWA

MEMPAWAH – Masyarakat Dusun Tikalong, Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang dikejutkan dengan insiden berdarah, Kamis (1/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Belasan petani tertimpa pohon tumbang. Tiga diantaranya meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan, sedangkan sejumlah petani lainnya mengalami luka serius.

Informasi yang dihimpun Pontianak Post, kejadian itu bermula ketika 14 petani sedang melaksanakan aktivitas hariannya menggarap ladang di Dusun Tikalong, Desa Ansiap.

Sedang bercocok tanam, turun hujan disertai angin kencang. Sehingga, para petani ini menghentikan pekerjaannya. Mereka berteduh di sebuah pondok yang ada di sekitar area ladang.

Tanpa disadari sebuah pohon berukuran sebesar drum yang ada di sekitar pondok rapuh diterjang hujan dan angin kencang. Benar saja, tak lama kemudian pohon tersebut tumbang dan menimpa pondok.

Sebenarnya pohon tersebut sudah mati, makanya lapuk dan tumbang ketika diterjang angin kencang. Pohon tumbang ini menimpa pondok. Akibatnya, menimpa seluruh penduduk yang sedang berteduh. Sedangkan orang tertimpa tepat dibagian kepala dan meninggal dunia.

Sementara itu, Warga Desa Ansiap, Thomas, mengatakan sejumlah korban selamat dalam insiden itu bergegas meninggalkan lokasi kejadian dan menuju ke pemukiman masyarakat untuk mencari pertolongan. Sementara jarak antara ladang dengan pemukiman masyarakat kurang lebih 5 km.

“Evakuasi terhadap petani yang tertimpa pohon tumbang cukup sulit. Sebab, tak banyak warga yang mengetahui insiden ini. Mengingat jarak antara lokasi ladang dengan pemukiman masyarakat sangat jauh,” ujarnya.

Berhasil mencapai pemukiman masyarakat, lanjut Thomas, korban selamat mengabarkan insiden berdarah yang dialaminya. Warga pun bergegas menuju ke TKP pohon tumbang. Warga pun bergotong royong mengangkat pohon tumbang dengan ukuran sebesar drum itu.

“Warga beramai-ramai mengangkat pohon tumbang yang menimpa pondok. Setelah pohon berhasil diangkat dan dipindahkan, barulah korban yang terjebak dibawahnya berhasil kita evakuasi,” tuturnya.

Tak hanya korban meninggal, ungkap Thomas, sejumlah petani lain yang tertimpa pohon tumbang juga mengalami cidera serius. Termasuk satu korban yang telah dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Kita belum tahu bagaimana kondisi satu petani yang telah dibawa ke Puskesmas. Informasinya cukup kritis. Sementara itu, masih ada dua petani lagi yang mengalami luka-luka,” tuturnya.

Menurut dia, insiden pohon tumbang tersebut menyebabkan beberapa petani meninggal dunia ditempat, dan dua petani mengalami luka. Sedangkan petani lainnya selamat.

Kepala Desa Ansiap, Imanuel Yoki membenarkan musibah pohon tumbang yang menimba 14 petani di Dusun Tikalong, Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang. Kades mengungkapkan, dari belasan korban tersebut diketahui empat orang tewas dalam insiden yang terjadi di sore hari itu.

“Dari 14 petani yang tertimpa pohon tumbang, enam orang menjadi korban. Yakni, empat orang tewas, satu luka berat dan satu orang luka ringan,” terang Yoki.

Yoki mengatakan, korban tewas terdiri dari 3 perempuan yakni Agustina (28), Alina (47) dan Krismonita (18). Sedangkan satu korban tewas berjenis kelamin laki-laki bernama Nomi (48). Serta korban luka bernama Tuti Priskila (40) sakit tangan dan Tiwi (19) sakit pinggang.

“Malam ini, jenazah korban meninggal telah disemayamkan di Balai Dusun Tikalong, Desa Ansiap. Rencananya, jenazah korban baru akan dimakamkan besok pagi (hari ini),” paparnya.

Untuk itu, dia menghimbau seluruh masyarakat Desa Ansiap agar lebih berhati-hati dan waspada saat melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Terlebih dalam situasi cuaca ekstrim angin kencang dan hujan deras.

“Kami minta masyarakat agar lebih waspada terhadap bencana yang disebabkan cuaca ekstrim maupun ancaman lainya,” pesannya.

Lebih jauh, Yoki memastikan musibah yang menimpa belasan petani Dusun Tikalong, Desa Ansiap murni bencana alam. Dia menyebut, tak ada seorang pun yang dapat menghalangi bencana yang bisa datang kapan pun dan dimana pun.

“Musibah ini terjadi pada saat masyarakat sedang berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan segala daya dan upaya, mereka berjuang untuk memenuhi pangan rumah tangganya,” tutur Yoki.

Menurut Yoki, kegiatan berladang memang syarat dengan resiko jika dibandingkan dengan persawahan. Namun, dia menambahkan, masyarakat Dusun Tikalong, Desa Ansiap tak memiliki areal persawahan yang mumpuni untuk digarap.

“Lahan persawahan relatif sedikit dibandingkan ladang. Maka hal yang mungkin dapat dilakukan adalah membuka lahan persawahan yang baru melalui program percetakan sawah. Kami berharap, pemerintah daerah serta pusat dapat membantu masyarakat menyediakan percetakan sawah untuk masyarakat Desa Ansiap,” harapnya mengakhiri.

Hingga berita ini ditulis, pihak Kepolisian setempat belum berhasil dikonfirmasi. Petugas masih berada di TKP untuk membantu korban luka dalam insiden pohon tumbang di Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang.(wah)

 

error: Content is protected !!