Polisi Dalami Motif 23 Penyusup Saat Demo Tolak Omnibus Law

PONTIANAK – Personel Kepolisian Daerah Kalimantan Barat kembali mengamankan sejumlah remaja yang dicurigai hendak melakukan tindakan anarkis saat aksi unjuk rasa yang dilakukan kaum buruh dan sejumlah ormas yang ada di Kota Pontianak, Kamis (15/10). Setidaknya ada puluhan remaja diamankan jajaran Polda Kalbar dan Polresta Pontianak Kota pada saat aksi penolakan pengesahan UU Ciptaker oleh DPR RI tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan penertiban terhadap remaja-remaja tersebut dilakukan pihak kepolisian untuk menjaga situasi saat demo berlangsung aman dan kondusif. Mengingat di aksi sebelumnya, kata dia, memang sempat terjadi aksi anarkis saat penyampaian aspirasi oleh gabungan kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pontianak yang turut mengamankan ratusan orang yang diduga hendak menjadi provokator sehingga aksi demo berlangsung ricuh antara pihak kepolisian dan mahasiswa.

“Pada aksi yang berlangsung pada unjuk rasa dalam rangka menolak omnibuslaw oleh kaum buruh dan berbagai ormas kita kembali amankan remaja-remaja yang dicurigai hendak menyusup ke aksi tersebut dan membuat keributan yang dapat berujung ricuh,” ujar Donny saat dikonfirmasi, pada Jumat (16/10).

“Penangkapan ini kita lakukan dengan cara menyusuri beberapa tempat di sekitar lokasi aksi, hingga akhirnya kita amankan orang-orang yang dicurigai hendak menyusup ke dalam aksi unjuk rasa,” timpalnya.

Terhadap remaja yang telah diamankan tersebut, sambung dia, kini telah dilakukan pendalaman dan hingga saat ini, ada tujuh yang masih diproses lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan diketahui enam remaja yang ditangkap tersebut positif menggunakan narkoba. Sementara satu lainnya menunjukkan hasil reaktif saat dilakukan rapid test Covid-19.

“Untuk yang positif narkoba, saat ini masih diproses oleh Satresnarkoba Polresta Pontianak. Sementara satu yang reaktif, sudah kita serahkan ke tim Gugus Tugas guna dilakukan swab test lanjutan untuk memastikan apakah yang bersangkutan positif Covid-19 atau tidak,” paparnya.

Total, lanjutnya, sampai saat ini pihak kepolisian telah menindaklanjuti sebanyak 23 orang yang diduga hendak menjadi provokator dari tiga aksi unjuk rasa yang telah berlangsung di kantor DPRD Kalbar.

Dia juga membeberkan beberapa kasus yang ditemui terhadap orang-orang tangkap sampai saat ini, seperti sepuluh reaktif dan saat diswab tiga diantaranya positif mengidap Covid-19. Kemudian ada sembilan orang yang positif menggunakan narkoba, yang beberapa diantaranya juga ada yang menunjukkan hasil reaktif saat di rapid test. Dua Orang ditahan lantaran membawa senjata tajam dan barang berbahaya. Satu orang ditahan lantaran melakukan pengrusakan di kantor DPRD Provinsi Kalbar. Serta satu lainnya ditahan lantaran kasus UU ITE.

“Yang jelas, di sini kita dari pihak kepolisian hanya ingin memastikan suasana di Kalbar, khususnya Kota Pontianak tetap kondusif. Siapapun tidak perlu khawatir atau takut apabila berurusan dengan pihak kepolisian selama mengikuti aturan yang ada,” ungkapnya.

“Dan dari semua yang kita amankan sampai saat ini, hampir semuanya bersikap kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. Meskipun ada beberapa di antaranya yang memang sempat menolak ketika hendak kita lakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (Sig)

error: Content is protected !!