Polisi Gerebek Gudang yang Produksi Masker Palsu

Sebuah gudang PT Unotech Mega Persada di daerah Cilincing, Jakarta Utara digerebek oleh Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Di dalamnya polisi menemukan 30 ribu masker siap edar. Penggerebekan dilakukan lantaran gudang ini tidak memiliki izin produksi masker. (Istimewa)

Sebuah gudang PT Unotech Mega Persada di daerah Cilincing, Jakarta Utara digerebek oleh Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Di dalamnya polisi menemukan 30 ribu masker siap edar. Penggerebekan dilakukan lantaran gudang ini tidak memiliki izin produksi masker.

“Total semua yang berhasil kita amankan di sini sekitar 600 dus yang isinya kurang lebih sekitar total 30.000 (masker),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di lokasi penggerebekan, Jumat (28/2).

Selain masker, polisi turut menyita mesin pembuat masker. Total ada 10 pelaku yang diamankan dalam kasus ini. Mereka yakni YRH sebagai penanggung jawab, EE penjaga gudang, D operator mesin, S dan LF sebagai sopir dan F, DK, SL, SF, ER sebagai pekerja.

“Kita berhasil mengamankan sekitar 10 orang di sini pegawainya mulai dari penanggung jawab sampai sopirnya,” tambah Yusri.

Seluruh pelaku sudah dinaikkan status hukumnya menjadi tersangka. “Semuanya dikenakan UU kesehatan, UU Perdagangan. Ancamannya adalah 5 tahun penjara ke atas, denda Rp 50 miliar,” jelas Yusri.

Sementara itu, untuk pemilik gudang saat ini tengah dalam pengejaran. Polisi belum menyebut identitas dari yang bersangkutan dengan alasan kepentingan penyelidikan.

“Pemiliknya orang sini tapi masih di luar negeri,” kata Yusri.

Di sisi lain, dia menyampaikan, masker yang diproduksi oleh para tersangka membahayakan bagi penggunanya. Sebab, tidak memenuhi standar kesehatan sebuah masker.

“Aturan untuk masker seperti ini harusnya ada anti virus ditengah-tengahnya, tapi ini nggak ada sama sekali anti pelindungnya. Hasil penelitian awal bahwa masker ini memang palsu, tidak ada standar dari kesehatan, tidak ada Standar Nasional Indonesia atau SNI,” tandas Yusri.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan/Jawa Pos

Read Previous

Ekspor di PLBN Aruk Kian Menggeliat, Perlu Dorong Produk Olahan

Read Next

Maret, POPDA Tingkat Pontianak Dihelat

2 Comments

  • Mang kreatif orang Indonesia, pandai memanfaatkan kesempatan. Masalah izin mah belakangan, sing penting hajar.

  • Daftarkan diri anda sekarang juga ^^ dan dapatkan hadiah menarik http://bit.ly/2SOMt16

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *