Polisi Gerebek Pabrik Arak di Tengah Hutan

PENGGEREBEKAN: Petugas menumpahkan bahan pembuatan minuman keras saat penggerebekan di pabrik arak tengah hutan di Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau. AGUS ALFIAN/PONTIANAKPOST

Skala Produksi 100 Liter Per Hari

NOYAN – Mapolsek Noyan menggerebek tempat produksi miras ilegal di tengah hutan Dusun Perigi, Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau. Terungkapnya kasus pabrik arak ilegal itu berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan peredaran miras selama ini.

“Produksi miras jenis arak ini cukup besar dimana tempat masak miras bisa memuat sampai empat drum bahan baku miras. Satu hari hasil penyulingan mencapai 100 liter arak murni,” kata Kapolsek Noyan, Ipda  Junaifi, Selasa (4/8).

Menurutnya, lokasi produksi miras ini cukup jauh. Jaraknya sekitar 20 km dari Kota Kecamatan Noyan dan kurang lebih lima kilometer masuk ke dalam hutan. Dilokasi produksi, ada 24 drum ragi arak yang siap diolah. Polisi telah mengamankan pemilik pabrik berinisial L warga Noyan.

“Produksi miras ini sudah berlangsung kurang lebih 10 bulan. Miras menjadi atensi kami karena peredarannya sudah sangat meresahkan masyarakat.,” ucap Junaifi. Sementara itu, tersangka pemilik tempat produksi miras masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Noyan. (ags)

loading...