Polisi Ringkus Pengedar dan Kurir Sabu

Tangkap: Satuan Resnarkoba Polres Singkawang menggrebek sebuah rumah, sekira pukul 10.00 wib Rabu (21/8), dari sejumlah warga, dua warga ditetapkan tersangka kepemilikan sabu. Har/Pontianak Post

SINGKAWANG—Satuan Resnarkoba Polres Singkawang kembali mengamankan dua pelaku yang diduga terkait tindak pidana narkoba. Kedua pelaku tersebut adalah J dan Bj, sekira pukul 10.00 wib Rabu (21/8). “Dalam penangkapan tersebut dengak saksi Ketua RT setempat kita berhasil mengamankan tersangka dan bukti berupa sabu,” ungkap Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi melalui Kasat Resnarkoba IPTU Robert Damanik usai penangkapan di ruang Kasat Resnarkoba.

Tertangkapnya para pelaku ini tidak terlepas dari laporan masyarakat. Dimana berdasarkan laporan masyarakat tersebut aktivitas para pelaku ini sudah membuat resah masyarakat yang tinggal di sekitar rumah pelaku. “Selain itu memang para pelaku ini sudan menjadi target operasi kita,” jelasnya. Kedua pelaku ini dalam mengedarkan barang haram tersebut memiliki tugas masing masing. Untuk pelaku berinisial J sebagai pengedar, sementara Bj merupakan kurir dari J itu sendiri.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan dua orang lainya, termasuk istri dari pengedar sabu ini yakni FF yang diduga sedang hamil. “Namun untuk istrinya pada waktu penangkapan beralasan main ke rumah tersebut menemui suaminya,” jelasnya. Jadi untuk sementara pelaku yang kita jadikan tersangka dua orang.

Selain para pelaku, Satres Narkoba juga berhasil mengamankan barang bukti sabu yang sudah dalam paket paket plastik dan diduga sudah siap edar. “Ada paket Rp 100.000, paket Rp 150.000, paket Rp 200.000, Paket Rp 250.00 dan paling besar paket Rp 900.000. setelah kita timbang hasil brutonya sekitar 7 gram,” jelasnya.

Demi kepentingan penyelidikan, para pelaku dan saksi di lokasi kejadian masih terus dilakukan interogasi. “Kita masih mendalami pasokan sabu itu dari mana asalnya kemudian siapa yang menyuplai barang tersebut ke pelaku,” katanya.

Selain itu, kasat juga mengatakan motif para pelaku nekad mengedarkan barang haram tersebut adalah karena masalah ekonomi. “Palaku mengedarkan sabu demi kebutuhan sehari hari, masalah ekonomilah,” terangnya. Kemudian dalam transaksi narkoba ini, para pengguna Narkoba jenis sabu ini dapat memberli langsung kepada pelaku di rumah yang menjadi lokasi penangkapan tersebut. “Cara transaksinya pemakai yang sudah tahu pelaku ini adalah pengedar, maka pengguna sabu ini langsung membeli ke pelaku,” katanya. (har)

Read Previous

Penyelundupan Ponsel di Rutan

Read Next

Nelayan Hidup di Rumah Tak Layak Huni

Most Popular