Polisi Selidiki Kebakaran Balongan, Sebanyak 912 Warga Diungsikan

kebakaran kilang balongan Indramayu, Jawa Barat. Foto oleh Agus Sipur/AFP

INDRAMAYU – Polisi mulai menyelidiki dugaan penyebab terbakarnya kilang minyak PT Pertamina di Bolongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Penyelidikan akan dilakukan usai kondisi di tempat kejadian perkara (TKP) sudah aman.

“Dugaan penyebab kebakarannya masih kita selidiki ya,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago dikonfirmasi, Senin (29/3).

Erdi menyampaikan, pihaknya saat ini belum bisa melakukan penyelidikan di tempat kejadi perkara (TKP). Sebab kini, proses pendinginan masih dilakukan oleh tim dari pemadam kebakaran.

“Saat ini masih proses pendinginan setelah itu kita lakukan olah TKP menunggu TKP kondusif,” ujar Erdi.

Erdi juga enggan membeberkan dugaan awal terjadinya kebakaran kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu terbakar pada Senin (29/3) sekitar pukul 00.45 WIB. Sampai saat ini, Erdi menyebut insiden itu mengakibatkan 28 korban mengalami luka-luka.

Dia mengungkapkan, sebanyak 23 korban mengalami luka ringan dan lima lainnya mengalami luka berat. Saat ini, 28 korban itu sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

“Data yang terakhir sudah kita terima ada sebanyak 23 korban luka ringan, korban luka berat ada lima. Saat ini masih dalam pertolongan medis,” tandas Erdi.

Sementara itu, Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya menduga, kilang Pertamina Balongan pada tangki T-301G diduga terbakar pada Senin (29/3) sekitar pukul 00.45 WIB dini hari.

“Saat ini tim HSSE Kilang Pertamina Balongan tengah fokus melakukan pemadaman api di kilang yang berlokasi di Desa Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,” ucap Ifki.

Meski demikian, saat ini belum diketahui secara pasti penyabab terjadinya kebakaran pada tangki penyimpan minyak itu. Dia menduga, peristiwa kebakaran itu terjadi pada saat sedang turun hujan deras disertai petir.

“Saat ini juga tengah dilakukan normal shutdown untuk pengendalian arus minyak dan mencegah perluasan kebakaran,” ujar Ifki.

Terjadinya insiden ini, Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke masyarakat tidak terganggu. Dia menegaskan, saat ini pasokan BBM masih berjalan normal.

Pertamina menyampaikan, terdapat sebanyak 912 warga yang diungsikan setelah kilang minyak milik PT Pertamina di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengalami kebakaran pada Senin (29/3) pukul 01.59 WIB dini hari.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati merincikan, warga yang diungsikan meliputi 220 jiwa di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra, 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu, dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu.

“Data korban jiwa yang berhasil dihimpun hingga pukul 08.00 WIB adalah 5 orang luka berat, 15 orang luka ringan, dan 3 orang masih dalam pencarian,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (29/3).

Berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, peristiwa terbakarnya tiga unit tank produk premium 42 T 301 A/B/C itu berdampak pada lima desa meliputi Desa Balongan, Desa Sukareja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip, dan Desa Tegalurung.

“Selain membantu warga mengungsi ke tempat lebih aman, BPBD Kabupaten Indramayu juga telah mendirikan tenda Satgas Penanganan Kebakaran dan memberikan bantuan logistik,” tuturnya.

Dalam rangka percepatan penanganan kebakaran tersebut, BPBD Kabupaten Indramayu juga berkoordinasi dengan TNI/Polri dan Basarnas setempat guna melakukan evakuasi warga setempat serta para pekerja.

“Hingga saat ini, TRC BPBD Kabupaten Indramayu masih melakukan pendataan di lokasi terbakarnya kilang minyak tersebut,” ucapnya.

Adapun kondisi mutakhir yang dilaporkan hingga saat ini api masih dalam proses pemadaman. Warga diharapkan agar tidak panik serta selalu mengikuti arahan pihak-pihak yang berwajib untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pertamina memperkirakan, setelah insiden terbakarnya tangki di area kilang minyak PT Pertamina RU IV Balongan yang terjadi Senin (29/3) dini hari tadi, kilang akan dapat beroperasi kembali paling lambat lima hari kedepan. Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono mengungkapkan, kilang tersebut kini masih dalam proses pemadaman dan untuk sementara diberlakukan normal shutdown dulu.

“Kira-kira mungkin 4 atau 5 hari mudah-mudahan bisa normal,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (29/3).

Mulyono mengatakan, akibat kebakaran di tangki T-301G kilang tersebut, Pertamina bisa kehilangan BBM sebanyak 400 ribu barel. “Produksi yang tidak bisa disuplai dari kilang sekitar 400 ribu barel,” ucapnya.

Di sisi lain, dirinya memastikan persediaan pasokan BBM nasional aman hingga di atas 20 hari, mulai dari gasoline, solar hingga avtur. Untuk stok gasoline tersedia sekitar 10,5 juta barel.

Stok sebanyak itu cukup untuk memenuhi kebutuhan gasoline sekitar 27-28 hari ke depan. Solar tersedia sekitar 8,8 juta barel, cukup untuk kira-kira 20 hari ke depan. Sedangkan, Avtur sekitar 3,2 juta barel, cukup sampai 74 hari konsumsi.

“Tidak perlu panik karena stok sangat banyak, sangat berlebihan. Ini juga dipengaruhi karena kondisi belum sepenuhnya normal sehingga konsumsi juga belum begitu baik. Jadi stoknya masih sangat tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, stok BBM untuk area di sekitar Balongan sementara akan disuplai dari Kilang Cilacap dan juga dari Kilang TPPI. Kedua kilang itu bisa dinaikkan produksinya, yang mana Kilang Cilacap bisa dinaikkan sampai 300 ribu barel, sedangkan untuk Kilang TPPI bisa sampai 500 ribu barel. (jp)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!