Polisi Tangkap Penjual Sisik Trenggiling

BARANG BUKTI: Sisik trenggiling yang akan dijual oleh pelaku.RIF NUGROHO/PONTIANAKPOST

Hendak Dijual 2,7 Juta Per Kilogram

PONTIANAK – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar mengamankan seorang laki-laki berinisial RN alias BM atas kepemilikan sisik trenggiling. Ia ditangkap di sebuah warung kopi di Kabupaten Bengkayang.

Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Mahyudi Nazriansyah mengatakan, pelaku ditangkap berikut barang bukti berupa sisik trenggiling sebanyak 3 kg. Ia diciduk saat akan melakukan transaksi bagian tubuh satwa langka itu di sebuah warung kopi di jalur perbatasan RI-Malaysia, tepatnya di Jalan Subah, Dusun Ledo, Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf d UU No 5 tahunn 1950 Tentang KSDAE,” tegasnya.

Dikatakan Mahyudi, pada Rabu 28 Agustus 2019 Tim Ditkrimsus Polda Kalbar mendapat informasi dari masyarakat bahwa di sebuah warung Kopi di Jalan Subah, Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo,Kabupaten Bengkayang ada warga menjual sisik Trenggiling. “Maka, selanjutnya Tim bergerak melakukan penyelidikan dan mencari informasi terkait sisik trenggiling itu,” ujarnya.

Keesokan harinya, Kamis, 29 Agustus 2019 pukul 13.00 WIB, tim berhasil mengamankan pelaku. Saat diperiksa, pelaku mengaku bahwa sisik trenggiling tersebut akan dijual dengan harga Rp. 2,7 juta per kilogram. Pelaku juga mengaku membeli sisik trenggiling itu dari pemburu sebanyak 4 kilogram dengan harga Rp. 3,65 juta.

“Pada saat pelaku menunjukkan satu bungkus plastik warna hitam berisi sisik trenggiling, selanjutnya langsung diamankan kemudian petugas menemukan satu buah kotak kardus bertuliskan Fullo. Setelah dibuka ternyata isinya sisik trenggiling yang masing masing dibungkus dengan kantong plastik warna hitam dan warna merah. Terhadap pelaku berikut barang buktinya diamankan guna proses penyidikan,” ungkapnya.

Total barang bukti setelah ditimbang kurang lebih 3,5 kilogram. Berdasarkan informasi, sisik trenggiling (Manis javanica) mengandung zat aktif Tramadol HCl yang merupakan partikel pengikat zat yang terdapat pada psikotropika jenis sabu-sabu.

Tramadol HCl juga merupakan zat aktif yang merupakan salah satu obat analgesik yang digunakan untuk mengatasi nyeri hebat baik akut atau kronis dan nyeri pascaoperasi. Berdasarkan penelitian ilmiah, trenggiling merupakan binatang pemakan semut atau dalam bahasa asing dikenal dengan ant eater.

Dengan demikian, di dalam tubuh trenggiling terdapat unsur yang dapat menjaga kekebalan tubuh (antibodi) yang sangat tinggi. Bahkan, di negara asing seperti Singapura, sisik trenggiling dijual dengan harga jutaan, bahkan puluhan juta per kilogramnya. Hal itu karena ada kabar jika di sana sisik trenggiling digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan berdosis tinggi termasuk psikotropika jenis sabu-sabu. (arf)

Read Previous

Berdamai di Mapolsek Ngabang

Read Next

Realisasi Anggaran Masih Didominasi Belanja Pegawai

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular