Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Pembalakan Liar di Kalibandung

IPTU Charles B.N Karimar

PONTIANAK – Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka pada kasus pembalakan liar di hutan Desa Kalibandung, Kabupaten Kubu Raya.  Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah US, MR dan AD. Ketiganya menurut polisi berperan sebagai orang yang menyuruh melakukan penebangan.  Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Charles B.N Karimar, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan kasus pembalakan liar di hutan Desa Kalibandung mengatakan, pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka.

Charles menerangkan, ketiga tersangka adalah US, MR dan AD. Mereka adalah orang yang menyuruh melakukan penebangan.  “Tiga orang tersangka ini perannya menyuruh penebangan,” kata Charles, Senin (12/10).  Charles menegaskan, aktivitas pembalakan liar tersebut, tidak mengantongi dokumen resmi. “Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, aktivitas pembalakan liar ini sudah berlangsung selama dua bulan,” ucapnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Kubu Raya menyita 1000 batang kayu jenis rimba campuran yang ditebang dari hutan di Desa Kalibandung.  Operasi yang langsung dipimpin Kasat Reskrim Polres Kubu Raya itu menemukan, ribuan batang kayu gelondongan di daratan dan yang masih dalam bentuk rakitan mengapung di sungai.

Saat itu di lokasi polisi mengamankan tiga orang, yang diduga terlibat dalam perambahan hutan. Sementara diduga kuat, perambahan hutan itu melibatkan seorang cukong berinisial J.  Kasus pembalakan liar semakin marak terjadi di wilayah hutan Kalimantan Barat. Sebelumnya, jajaran Polair Polda Kalbar juga menyita ribuan kayu ilegal di perairan Sungai Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

“Barang bukti yang disita, berupa 1000 batang kayu olahan tanpa dokumen,” kata Kasubdit Gakumdu Polair Polda Kalbar, Kompol Husni Ramli.  Husni menjelaskan, kayu tersebut berasal dari Kecamatan Terentang. Dan dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan, satu orang berinisial SA, sebagai pemilik telah ditetapkan sebagai tersangka.  Husni menegaskan, terhadap tersangka akan dikenakan pasal 83 ayat 1 huruf b juncto pasal 12 huruf e Undang undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta denda paling sedikit Rp500 juta atau paling banyak Rp2,5 miliar. (adg)

error: Content is protected !!