Politeknik Industri Dimulai Tahun Depan

CEK LOKASI : Bupati Erlina bersama pejabat Kemenperin RI saat meninjau lokasi pembangunan Kampus Politeknik Industri Mempawah.IST

Pejabat Kemenperin Tinjau Lokasi

MEMPAWAH – Perlahan tapi pasti, upaya membangun dunia pendidikan di Kabupaten Mempawah terus direalisasikan. Kementrian Perindustrian (Kemenperin) memastikan kegiatan belajar mengajar Politeknik Industri akan dilaksanakan tahun depan. Yakni dimulai dengan program Diplomat Satu (D1).

Kepastian itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM Industri, Kementrian Perindustrian (Kemenperin) RI, Eko S.A Cahyono usai meninjau lokasi pencanangan pembangunan Kampus Politeknik Industri di wilayah Kecamatan Mempawah Timur, Rabu (11/9) sore.

Dalam kunjungannya, tim pejabat Kemenperin RI ini didampaingi langsung Bupati Mempawah, Hj Erlina SH MH, Sekda, Drs H Ismail MM dan sejumlah Kepala SKPD Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Dari peninjauan ini, akan kami tindaklanjuti dengan membentuk tim bersama antara Kemenperin dan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Tim ini akan melakukan kajian dan analisa yang nantinya akan menjadi pertimbangan dasar dalam membuat keputusan terkait pembangunan Politeknik Industri Mempawah,” terang Eko kepada wartawan.

Meski telah melihat langsung lokasi pembangunan, Eko mengaku belum dapat memutuskan finalisasi pembangunan Politeknik Industri di Kota Mempawah. Sebab, pembangunan tersebut membutuhkan kajian lebih mendalam. Termasuk pula mengurus segala bentuk perizinan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Setelah dilakukan kajian, dilengkapi syarat dan ketentuannya barulah kita bisa memulai aktivitas pembangunan fisik. Makanya, kita memburuhkan waktu untuk memutuskan pembangunan Politeknik Industri ini,” tuturnya.

Terkait pembangunan, Eko menyebut pihaknya akan memprioritaskan gedung pembelajaran dan workshop. Kedua bangunan tersebut menjadi syarat wajib untuk kelancaran pembangunan Politeknik Industri Mempawah. Sebab, metode pembelajaran nantinya menerapkan sistem 30 persen teori dan 70 persen praktek industri.

“Kami mendorong agar sekolah tinggi Politeknik Industri menerapkan skema dual sistem. Maka kita membutuhkan fasilitas laboratorium dan lainnya yang menunjang kegiatan praktek kerja industri,” sebutnya.

Yang pasti, Eko menyebut pihaknya akan memulai kegiatan belajar mengajar Politeknik Industri Mempawah pada tahun 2020 nanti. Yakni dengan jenjang pendidikan D1 sebagai embrio Politeknik Industri Mempawah. Sebab, pihaknya harus pastikan sistem pembelajaran berjalan dengan baik dalam mendukung pengembangan dan peningkatan SDM di Kalbar umumnya dan Kabupaten Mempawah khususnya.

“Tahun depan, kita mulai dengan D1 dulu. Untuk tempat belajar, kita akan bekerjasama dengan pihak lain untuk dijadikan tempat belajar sementara. Sedangkan untuk lokasi prakteknya kita manfaatkan fasilitas yang ada di Kota Pontianak,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH memastikan telah mempersiapkan lahan seluas 5 ha untuk mendukung pembangunan Kampus Politeknik Industri di Kota Mempawah. Lahan tersebut berada di sekitaran Kecamatan Mempawah Timur yang dinilai strategis dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Kami sangat mendukung dan termotivasi untuk membangun Kampus Politeknik Industri ini agar Mempawah semakin maju dan berkembang menjadi Kota Pendidikan di Kalbar. Kita mendorong setiap pembangunan fasilitas dan infrastruktur pendidikan. Dan setelah Politeknik Industri ini, kita bangun lagi sekolah-sekolah lain,” ucap Erlina.

Pasca peninjauan lokasi tersebut, Erlina berharap tim Kemenperin RI dapat membuat analisa dan merumuskan kebijakan yang positif untuk realisasi pembangunan Kampus Politeknik Industri Mempawah. Sehingga percepatan pembangunan fasilitas pendidikan itu dapat segera terwujud.

“Kami semaksimal mungkin memfasilitasi dan menyediakan segala keperluan pemerintah pusat untuk pembangunan Kampus Politeknik Industri ini. Mudah-mudahan proses pencanangan berjalan baik dan lancar sehingga pembangunan ini dapat segera direalisasikan secara maksimal,” harapnya.

“Politeknik Industri ini berkaitan dengan persiapan SDM untuk operasional pabrik smelter dan pelabuhan kijing. Kami berkomitmen untuk mempersiapkan SDM lokal yang nanti akan bekerja di pelabuhan dan pabrik smelter sert aidnustri lainnya di Kabupaten Mempawah,” tukas Erlina. (wah)

Read Previous

Berdayakan Ekonomi Kreatif

Read Next

Apresiasi Komitmen Pengembangan Mangrove

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *